Al-Qalbu dengan Makna Akal

Soal:

Assalamu’alaikum, Amir yang kami hormati.

Saya ingin mengajukan pertanyaan berikut:

Baik di dalam al-Qur’an maupun Hadis, kata Qalbun dan Qulûb sering digunakan dalam kaitannya dengan aktivitas berpikir. Misalnya:

﴿أفلم يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا﴾

“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai qulûbun yang dengan itu mereka dapat memahami (TQS al-Hajj [22]: 46)

Mengapa demikian? Bukankah pusat berpikir adalah otak, bersama dengan keberadaan fakta-fakta yang dirasakan melalui indra, seperti yang telah kita pelajari di dalam Hizb? Pada faktanya, hal ini juga yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Oleh karena itu, bagaimana seharusnya kita memahami makna kata Qalbun dan Qulûbun dalam kaitannya dengan proses berpikir?

Saya ingin menyampaikan jazâkumullâhu khairan (semoga Allah memberi balasan yang lebih baik kepada Anda) atas kesediaan Anda untuk menjawab pertanyaan saya.

[Muhammad Amin]

Jawab:

Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuhu.

Kata al-qalbu merujuk pada organ di dalam tubuh yang sudah dikenal… Tetapi ini bukan satu-satunya makna kata tersebut. Tetapi kata ini juga memiliki makna-makna lain, termasuk akal, dan hal ini dipahami dari indikasi dan konteks yang ada:

  1. Dinyatakan di dalam Lisân al-‘Arab (oleh Ibnu Manzhur al-Afriqi al-Mishriy):

“Al-qalbu adalah sepotong daging berupa jantung yang terhubung dengan nadi. Ibnu Sidah berkata: al-qalbu adalah jantung, isim mudzakkar. Al-Lihyani menyatakan hal ini. Dan bentuk jamaknya adalah aqlubun dan qulûbun, yang pertama berasal dari al-Lihyani. Dan firman-Nya , SWT:

﴿نَزَلَ به الرُّوحُ الأَمِينُ على قَلْبك﴾

“Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad)” (TQS asy-Syua’ara [26]: 193-194)

Az-Zajjaj berkata: maknanya, Jibril as. menurunkannya kepadamu, dan kalbumu menghapalnya dan tertanam dengan kokoh, sehingga kamu tidak melupakannya. Allah mengungkapkan menggunakan kata al-qalbu tentang akal. Al-Farra’ berkata mengenai firman Allah SWT:

﴿إِنَّ فِيْذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ﴾

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai qalbu(TQS Qaff [50]: 37)

Yakni akal. Al-Farra’ berkata: Diperbolehkan dalam bahasa Arab untuk mengatakan, “مَا لَكَ قَلْبٌ وَمَا قَلْبُكَ مَعَكَ -Kamu tidak mempunyai kalbu/akal dan kalbumu/akalmu tidak bersamamu”. Kamu mengatakan, “مَا عَقْلُكَ مَعَكَ  -akalmu tidak bersamamu” dan “وَأَيْنَ ذَهَبَ قَلْبُكَ -ke mana kalbumu pergi?-” yang berarti, “ke mana akalmu pergi?” Yang lain berkata: “لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ bagi orang-orang yang mempunyai kalbu,” yakni pemahaman dan perenungan. Diriwayatkan dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda:

«أَتَاكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ هُمْ أَرَقُّ قُلُوْباً وأَلْيَنُ أَفْئِدَةً»

“Penduduk Yaman telah datang kepada kalian; mereka adalah orang-orang yang paling halus kalbu dan paling lembut pikiran”.

Beliau mensifati al-qalbu dengan halus (اَلرِّقَةُ) dan pikiran (الأَفْئِدَةُ) dengan lembut (اَللِّيْنُ) dan seolah al-qalbu lebih khusus daripada pikiran (الفؤَادُ) dalam penggunaannya …

  1. Disebutkan dalam ash-Shihâh fî al-Lughah (oleh al-Jawhariy):

Al-qalbu: pikiran (اَلْفُؤَادُ), dan dapat digunakan untuk mengungkapkan hati/jantung. Al-Farra’ berkata mengenai firman Allah SWT:

﴿إِنَّ فِيْ ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ﴾

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai kalbu” (TQS Qaff [50]: 37)

Yakni akal…”.

  1. Disebutkan dalam al-Qâmûs al-Muhith (oleh al-Fayruz Abadi):

قَلَبَهُ يَقْلِبُهُ -dia membaliknya- yakni dia mengubah arahnya, seperti أَقْلَبَهُ وقَلَّبَهُ -dia membolak-baliknya-. وَأَصَابَ فُؤَادَهُ -dan dia memukul hatinya-, يَقْلُبُه ويَقْلِبُهُ -dia membaliknya-. Danيَقْلِبُ الشيءَ  -dia membalik punggung untuk perut- seperti قَلَّبَه -dia membaliknya- …”.

Dan القَلْبُ: pikiran (اَلْفُؤَادُ), atau lebih khusus darinya, dan akal, dan esensi dari segala sesuatu… Dan al-qulbu: gelang wanita, dan ular putih …”.

Saya harap di dalam ini sudah ada kecukupan, wallâh a’lam wa ahkam.

 

Saudaramu Atha` bin Khalil Abu ar-Rasytah

 

30 Shafar1448 H

13 Agustus 2026

 

https://hizb-ut-tahrir.info/ar/index.php/ameer-hizb/ameer-cmo-site/111005.html

 

Share artikel ini: