Akademisi: Tambang Sudah Jadi Persengkongkolan Oligarki

Mediaumat.id – Dosen Universitas Islam Kalimantan Selatan Dr. Muhammad Uhaib As’ad menyatakan tambang saat ini sudah menjadi persekongkolan oligarki baik lokal maupun pusat.

“Tambang bukan sekadar aktivitas ekonomi bisnis, tetapi tambang sudah menjadi instrumen persekongkolan oligarki. Baik oligarki lokal maupun oligarki pusat,” ujarnya dalam acara Live! Membongkar Kejahatan Mafia Tambang dengan Aparat Kepolisian?” di kanal Youtube MimbarTube, Kamis (3/11/2022).

Uhaib mengatakan, Kalimantan Selatan (Kalsel) merupakan provinsi penghasil tambang terbesar kedua di negeri ini. Eksploitasi sumber daya alam yang masif di Kalsel sudah terjadi sejak tahun 1980-an. Dan saat ini, 40 persen PAD Kalsel masih mengandalkan di bidang tambang.

Tapi Uhaib melihat, Kalsel yang memiliki sumber daya alam kaya ini tidak berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakatnya. “Masifnya industri tambang di Kalsel ini tidak berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Uhaib, parameternya ada dua. Pertama, infrastruktur ekonomi tidak berbanding dengan rusaknya sumber daya alam. Kedua, pendidikan dan kesehatan di Kalsel ini menduduki peringkat 25 dari 34 provinsi di Indonesia dalam survei indeks kualitas manusia.

Uhaib menilai, di Kalsel tambang juga memunculkan sejumlah problem, yaitu rusaknya ekologi dan sumber daya alam. Di antaranya adalah penggundulan hutan dan adanya lubang-lubang bekas tambang.

Selain itu, kata Uhaib, tambang juga menghasilkan konflik sosial antara warga dengan perusahaan. Hal itu biasa terjadi akibat pengusiran lahan milik warga yang sudah dimiliki sejak turun temurun oleh perusahaan tambang dengan menggunakan kekuatan oligarki yang disokong kekuatan aparat keamanan.

“Jadi yang menikmati masifnya sumber daya alam ini bukan warga, tapi adalah kelompok bisnis atau penguasa lokal, partai politik yang menjadi satu jaringan yang terstruktur,” pungkasnya.[] Agung Sumartono

Share artikel ini: