UIY: Pemilu Israel Tak Akan Ubah Arah Politik Penjajahan

 UIY: Pemilu Israel Tak Akan Ubah Arah Politik Penjajahan

MediaUmat – Pemilu Israel 2026 yang dimenangkan Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menurut Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) mencerminkan wajah asli rakyat Zionis Yahudi yang mendukung keberlanjutan politik penjajahan terhadap Palestina.

“Kita bisa membaca bahwa kira-kira wajah rakyat Israel itu ya kira-kira wajah-wajah Netanyahu ini hari. Sudah sangat jelas bahwa pemilu Israel apa pun hasilnya dia tidak akan merubah arah politik Israel,” ujarnya dalam diskusi Pemilu Israel dan Masa Depan Palestina, Ahad (1/11/2026) di kanal YouTube UIY Official.

Hal itu, kata UIY, terbukti dalam pemilu yang masih di suasana perang terhadap Gaza itu Netanyahu mendapatkan suara yang sangat signifikan, bahkan bloknya ini masih meraih suara lebih banyak daripada blok oposisi.

Padahal, terang UIY, publik Israel tahu bahwa Netanyahu ini sudah divonis sebagai penjahat perang oleh Mahkamah Internasional, bahkan sudah terbit surat penangkapan kepada dirinya. Jadi, wajah Netanyahu itu mencerminkan wajah mayoritas publik Israel

Hasil Pemilu Israel

UIY menilai, politik itu hanyalah satu satu mekanisme pergantian kepemimpinan yang dilakukan secara damai, secara demokratis yang seluruh peserta pemilu atau seluruh kontestan itu di awal sudah berkomitmen untuk menjaga garis politik bahkan ideologi negara itu.

Karena itu, kata UIY, siapa pun pemimpin Israel sejak dari awal dulu era Golda Meir, Ben Gurion dan seterusnya sampai ini hari Benjamin Netanyahu itu tidak pernah ada pikiran akan membuat arah baru terkait Palestina. Apalagi sekarang dua tokoh yang sedang berhadapan dalam pemilu Israel itu yakni Benyamin Netanyahu dan Gadi Eisenkot itu dulunya dalam satu barisan.

“Gadi Eisenkot ini adalah bekas panglima panglima IDF di masa Benjamin Netanyahu. Artinya Gadi Eisenkot ini bisa dikatakan sebagai alat tunggal atau sebagai aktor utama dari apa yang dilakukan oleh Benjamin Netanyahu di kawasan Palestina khususnya di Gaza,” terangnya.

UIY membeberkan, keduanya sama sekali tidak menghendaki ada Palestina merdeka. padahal oleh masyarakat internasional atau oleh negara-negara Timur Tengah hal itu dianggap sebagai prasyarat dasar untuk diakuinya atau dibukanya hubungan diplomatik dengan Israel.

Selain itu, jelas UIY, keduanya juga tidak menghendaki ada rekonstruksi Gaza. Seumpama ada rekonstruksi Gaza, mereka sama sekali tidak menghendaki ada Hamas di situ. Jadi pelucutan Hamas itu menjadi syarat mutlak buat mereka memberikan persetujuan terhadap rekonstruksi Gaza.

Sedangkan, lanjutnya, rekonstruksi Gaza itu hanya perbaikan fisik, sementara aspek-aspek politik khususnya keamanan harus sepenuhnya di dalam kendali mereka.

“Jadi ini saya kira apa yang menjadi poin-poin penting dari kampanye mereka itu sebenarnya 11-12 khususnya untuk Palestina,” pungkas UIY.[] Agung Sumartono

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *