UIY: Sejarah Perjuangan Bangsa Perlu Ditulis Ulang untuk Mengungkap Peran Islam

 UIY: Sejarah Perjuangan Bangsa Perlu Ditulis Ulang untuk Mengungkap Peran Islam

MediaUmat – Dalam peringatan Hari Santri 2026, Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menegaskan perlunya penulisan ulang sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk mengungkap secara objektif besarnya peran Islam, ulama, dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Karena itu saya perlu mengatakan bahwa kita harus melakukan apa yang disebut rewriting, penulisan kembali sejarah, memunculkan peran objektif Islam di dalam perjuangan bangsa ini,” ujarnya dalam Focus: Resolusi Jihad, Relevansi Kini, Ahad (25/10/2026) di kanal YouTube UIY Official.

Menurut UIY, selama ini peran Islam dalam perjalanan sejarah bangsa belum mendapatkan porsi yang semestinya. Padahal, semangat Islam dinilainya memiliki kontribusi besar dalam menggerakkan perjuangan melawan penjajahan, termasuk melalui lahirnya Resolusi Jihad yang dipelopori Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari.

UIY melihat, bahwa lahirnya Resolusi Jihad ini menunjukkan bahwa negeri ini memang dari awal itu tak pernah bisa dilepaskan dari Islam. Bahkan kalau dicermati dan sejarah menulis dengan benar, maka dalam keseluruhan sejarah perjuangan bangsa ini, peran Islam itu sangat menonjol, bahkan boleh disebut seluruhnya didorong oleh spirit Islam.

UIY mencontohkan Sarekat Islam yang dinilainya layak mendapatkan pengakuan lebih besar dalam sejarah kebangkitan nasional. Menurutnya, Sarekat Islam sejak awal telah menunjukkan orientasi perjuangan yang luas dengan cita-cita membebaskan Indonesia dari penjajahan Belanda.

Dari sisi keanggotaan dan kepemimpinan, Sarekat Islam juga memiliki jangkauan nasional. Sejumlah tokohnya berasal dari berbagai daerah, antara lain Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto dari Jawa Timur, Haji Samanhudi dari Jawa Tengah, AM Sangadji dari Maluku, serta Abdul Muis dari Sumatera Barat.

UIY juga menyoroti besarnya dukungan terhadap Sarekat Islam pada masa awal perkembangannya. Ia menyebut organisasi tersebut memiliki puluhan ribu anggota dan telah membangun perwakilan di berbagai wilayah Indonesia.

Sebaliknya, ia menilai penetapan Budi Utomo sebagai pelopor kebangkitan nasional perlu dikaji kembali secara kritis. Menurut UIY, Budi Utomo ini organisasi yang sangat elitis bahkan rasis karena hanya memperjuangkan kaum priyayi Jawa saja, sehingga belum mencerminkan keluasan gerakan nasional sebagaimana yang ditunjukkan Sarekat Islam.

“Tapi kan sejarah kemudian menulis menulis bahwa Budi Utomo itulah yang kemudian disebut sebagai perintis kebangkitan nasional,” ucapnya.

Selain kebangkitan nasional, UIY menekankan pentingnya mengungkap kontribusi umat Islam dalam perjuangan bersenjata. Bicara tentang TNI, UIY mengatakan bahwa sebenarnya TNI berawal dari BKR dan TKR. Sedangkan akar dari BKR dan TKR itu adalah Hizbullah dan PETA. Maka di situ peran santri dan para ulama dalam jihad merebut kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan itu sangat menonjol.  “Tapi ini hari juga peran itu oleh sejarah dikecilkan,” bebernya.

Terakhir UIY menyayangkan, bahwa Resolusi Jihad yang berpangkal dari fatwa jihad Kiai Haji Hasyim Asy’ari ini pun juga sejarahnya berusaha untuk dikaburkan bahkan dikuburkan.

UIY menyebut, negeri ini setiap tahun memperingati 10 November sebagai Hari Pahlawan untuk mengenang keberanian para pemuda Surabaya di bawah kepemimpinan Bung Tomo melawan penjajah Belanda yang membonceng Sekutu pada waktu itu. Tapi anehnya, apa yang menjadi faktor utama munculnya semangat perlawanan itu yakni Resolusi Jihad tidak pernah disebut-sebut. Baru belakangan ditetapkanlah sebagai Hari Santri,  itu pun juga lebih karena motif  politik.

UIY juga menyoroti penamaan Hari Santri untuk memperingati fatwa jihad Kiai Haji Hasyim Asy’ari sebagai sesuatu yang sebenarnya kurang tepat. Menurut UIY, lebih pas kalau disebut hari Resolusi Jihad atau Hari Jihad. Atau paling sedikit Hari Ulama karena yang berperan saat itu para ulama.

“Nah, jadi saya ingin mengatakan yang pertama ini adalah peran Islam itu sangat besar. Saya kira ini bagian pertama yang mesti dimunculkan ini hari,” pungkasnya.[] Agung Sumartono

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *