Mubalighah Ungkap Tiga Hal Penting Dasar Perubahan

 Mubalighah Ungkap Tiga Hal Penting Dasar Perubahan

Mubalighah Kota Depok Mumun Siti Munawaroh mengungkapkan tiga hal penting sebagai dasar suatu perubahan. Hal tersebut diungkapnya dalam Forum Kajian Keluarga Sakinah: Cahaya Hijrah Menuju Tegaknya Islam, Ahad (14/6/2026) di Depok.

Pertama, memahami, menyadari kondisi buruk saat ini. “Kita harus menyadari, kita ini tidak sedang baik-baik saja. Kejahatan yang terjadi tidak hanya di berita, tapi di tetangga, di keluarga, di sahabat kita terjadi problem-problem itu,” ujarnya di hadapan puluhan jamaah.

Kedua, harus tahu akar permasalahan yang terjadi. “Kita juga harus tahu akar permasalahan yang terjadi karena apa dan karena siapa,” ujarnya.

Rasulullah SAW juga, jelasnya, senantiasa merenungi ketika diutus Allah Ta a’la, apa yang membuat kehidupan di Makkah pada saat itu terjadi? Maka Rasulullah SAW mendapatkan petunjuk, kalau semuanya terjadi karena tidak diterapkannya Islam.

“Oleh karenanya kita pun harus menyadari ini semua akar masalahnya karena umat jauh dari syariat Islam,” tegasnya.

Apalagi, menurutnya, saat ini umat Islam tidak diatur agamanya sendiri, Yakni oleh syariat Islam.

“Kita umat Islam pakai aturan dari orang-orang kafir, sekularisme, liberalisme, yang saat ini diterapkan telah nampak semuanya membawa kerusakan dan keburukan dalam kehidupan ini,” sebutnya.

Ketiga, apa yang harus dilakukan ke depannya. “Kita juga harus punya gambaran yang baik itu yang seperti apa dan bagaimana. Sebagaimana yang dibangun Rasulullah di Madinah, yaitu bangunan peradaban Islam. Bangunan peradaban Islam itu dasarnya adalah keimanan kepada Allah. Pasalnya, Allah itu bukan hanya sekadar menciptakan manusia, tapi menurunkan aturan hidup,” terangnya.

Ia pun menegaskan, Allah SWT menurunkan petunjuk buat manusia di dalam Al-Qur’an, kemudian diutus Nabi ke dunia membawa risalah Islam (sebuah sistem atau pengaturan kehidupan) yakni Islam mengatur kesehatan, Islam mengatur hukum pidana, kesehatan Islam itu diatur Islam dijamin oleh negara. Pendidikan pun diatur, politik Luar negeri, dalam negeri, ekonomi, lengkap ada di dalam Islam.

Kalau ini dilaksanakan, tegasnya, maka akan menjadi amal perbuatan dan terciptalah di masyarakat, toto tentrem gemah rimah loh jinawi yakni kehidupan tertata, sejahteralah semuanya.

“Inilah yang akan kita rasakan kalau kehidupan di bawah peradaban Islam, tertata dengan syariat Islam. Selain itu akan menentramkan jiwa karena sesuai dengan fitrah manusia,” pungkasnya.[] Sari Liswantini

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *