Serangan Baru terhadap Beirut: Ledakan Mengguncang Pinggiran Selatan
Pada hari Ahad (14/6), pasukan pendudukan entitas Yahudi melancarkan serangan baru di pinggiran selatan Beirut, menargetkan sebuah bangunan perumahan. Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa pemboman hebat menghantam sebuah gedung apartemen di daerah Ghobeiri di pinggiran selatan Beirut, mengakibatkan satu orang tewas dan empat orang terluka, menurut laporan awal.
Dalam komentar pertama Perdana Menteri entitas Yahudi Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanannya Israel Katz mengklaim bahwa pemboman tersebut menargetkan pengikut milisi Hizbullah di pinggiran selatan Beirut, dengan dalih menanggapi serangan roket dari kelompok tersebut. Sementara itu, Ketua Parlemen Iran dan kepala negosiator Mohammad Bagher Ghalibaf pada hari Ahad menuduh Amerika Serikat gagal memenuhi komitmennya setelah serangan udara entitas Yahudi di pinggiran selatan Beirut, dan menegaskan bahwa hal itu membahayakan pembicaraan antara Teheran dan Washington. Ghalibaf menyatakan, “Serangan Zionis terhadap pinggiran selatan sekali lagi menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki kemauan untuk menghormati komitmennya atau kemampuan untuk memenuhinya.”
Iran tidak boleh mencukupkan diri hanya dengan mengeluarkan kata keberatan dan kecaman verbal terhadap serangan udara entitas Yahudi terhadap Iran sebelumnya dan sekarang Lebanon, Iran harus melancarkan serangan skala penuh, tanpa mempedulikan konsekuensinya, untuk membasmi entitas Zionis hingga akarnya. Mungkin hanya dengan cara ini Iran dapat menebus ketidakadilan yang telah dilakukannya terhadap kaum Muslim di Suriah dan di tempat lainnya.
Selama entitas terkutuk ini masih ada di muka bumi, dan Palestina belum dibersihkan dari keburukannya, maka serangannya terhadap Lebanon, Gaza, dan Masjidil Aqsa akan terus berlanjut. Sikap acuh dan diamnya para penguasa Muslimlah yang membuat mereka seberani ini. Keberanian mereka bukanlah bawaan; melainkan berasal dari rasa takut dan pengecut para penguasa Muslim ini dan berdiam dirinya tentara mereka. Jika para penguasa Muslin dan tentaranya tegas, maka orang Yahudi akan menjadi pengecut sebagai watak aslinya, dan seperti yang telah kami katakan, bahwa mereka mendapatkan keberaniannya ini karena ketidakberdayaan tentara kita dan rasa takut para penguasa kita. Kelemahan dan perpecahan kaum Muslim diciptakan oleh rezim boneka yang tunduk pada kolonialisme (hizb-ut-ahrir.info, 15/6/2026).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat