Aktivis: Yang Dibutuhkan Hari Ini Kepemimpinan Mubdi’ah

 Aktivis: Yang Dibutuhkan Hari Ini Kepemimpinan Mubdi’ah

MediaUmat – Aktivis Dakwah Nasional Iffah Ainur Rochmah mengatakan yang dibutuhkan hari ini adalah qiyādah mubdi’ah (kepemimpinan ideologis yang kreatif dan memimpin perubahan).

“Yang dibutuhkan hari ini adalah sebuah kepemimpinan yang inovatif, yang belum ada sebelumnya pada tatanan dunia yang sekuler, yang di dalam istilah yang kita kenal dari para ulama sebagai qiyādah mubdi’ah,” ungkapnya dalam video Pemimpin yang Dirindukan oleh Umat, Rabu (4/3/2026) melalui kanal YouTube Mutiara Islam Kafah.

Ia menjelaskan, kepemimpinan mubdi’ah adalah kepemimpinan berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah yang digali dari keduanya pemahaman untuk melahirkan prinsip-prinsip tata kelola kehidupan yang didasarkan kepada syariat Islam.

“Ijtihad yang syar’i yang dilahirkan oleh para ulama, para mujtahid mutlak, pada konteks hari inilah yang dibutuhkan untuk menata kehidupan ekonomi, kehidupan politik, kehidupan sosial, tata pergaulan, dan seterusnya,” tandasnya.

Menurutnya, kepemimpinan mubdi’ah ini hanya mampu diwujudkan oleh seorang Muslim karena hanya seorang Muslimlah yang akan bisa mengadopsi kepemimpinan berdasarkan syariat secara utuh.

“Dan hanya seorang Muslim yang sadar betul bahwa kepemimpinannya tidak bisa diwujudkan di dalam tatanan sistem sekuler. Namun kepemimpinannya harus diwujudkan di dalam sebuah tatanan Islam kafah,” tandasnya.

Ia meyakini, kepemimpinan mubdi’ah ini adalah kepemimpinan yang dulu dicontohkan oleh Rasulullah SAW di saat semua mata dunia sedang menyorot kepemimpinan Persia, Romawi, dan kepemimpinan orang-orang Arab Quraisy yang musyrik.

“Pada waktu itu kondisinya juga tidak jauh berbeda sebagaimana hari ini. Penuh dengan kerusakan, nilai-nilai kemanusiaan diabaikan. Maka Rasulullah SAW hadir dengan kepemimpinan yang baru,” tegasnya.

Para pemuka Bani Amir bin Sha’sha’ah kala itu, lanjutnya, meyakini bahwa model kepemimpinan yang dibawa Muhammad inilah yang akan mampu menaklukkan Romawi dan Persia.

Ia berharap, semestinya kaum Muslim juga meyakini bahwa tata dunia di bawah kapitalisme yang karut-marut ini akan digantikan dengan tatanan dunia yang penuh rahmat saat kepemimpinan mubdi’ah itu terwujud kembali.

“Bulan Ramadhan ini adalah momentum bagi kita untuk mentasdik atau meyakinkan diri kita bahwa konsepsi Islam tentang kepemimpinan tadi benar-benar bisa terwujud. Dan terwujudnya juga dengan menggunakan ikhtiar sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Maka mari kita teladani bagaimana Rasulullah SAW menuju kepada kepemimpinan mubdi’ah sebagaimana yang dulu beliau wujudkan dengan tegaknya daulah Islam di Madinah,” pungkasnya.[] Irianti Aminatun

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *