Waspada Fenomena ‘Serba Palsu’, Pamong Institute Serukan Gerakan Cerdaskan Bangsa

MediaUmat – Merespons maraknya fenomena “serba palsu” di Indonesia—mulai dari ijazah fiktif dan akun palsu di media sosial hingga janji politik—Direktur Pamong Institute Wahyudi al-Maroky menyerukan gerakan mencerdaskan bangsa agar masyarakat tidak terus-menerus menjadi korban manipulasi.

“Kita harus terus mencerdaskan masyarakat kita supaya tidak mudah tertipu lagi. Tertipu uang palsu, ijazah palsu, janji palsu, akun palsu, bahkan tertipu pada politisi palsu dan pemimpin-pemimpin palsu,” ujarnya melalui unggahan video pendek di akun TikTok @wahyudi_almaroky, Ahad (10/5/2026).

Wahyudi menegaskan, kecerdasan kolektif adalah benteng utama masyarakat dalam menghadapi berbagai modus penipuan yang kini menyentuh hampir seluruh lini kehidupan, baik di ranah digital maupun dunia nyata.

Menurutnya, kerugian akibat fenomena “serba palsu” ini memiliki spektrum yang luas. Jika di tingkat elite masyarakat disesatkan oleh manipulasi identitas dan janji politik, maka di tingkat akar rumput, dampak yang dirasakan jauh lebih menyakitkan secara ekonomi.

Ia mencontohkan insiden terbaru di Pasar Wage Grabagan, Tuban, saat pedagang berhasil mengamankan seorang pengedar uang palsu. Pelaku sengaja menyasar pedagang kecil dengan modus belanja nominal rendah demi mendapatkan kembalian uang asli.

“Memang bagi orang kaya, uang seratus ribuan itu mungkin kecil. Tapi bagi pedagang kecil yang sudah berjuang mencari nafkah halal sejak pukul tiga pagi, itu bisa jadi keuntungan seharian dan uang makan mereka sehari,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi nyata, Wahyudi mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan metode 3D (dilihat, diraba, diterawang) terhadap rupiah dan tetap kritis dalam menyerap informasi di media sosial.

Ia menekankan pentingnya kewaspadaan agar masyarakat tidak mudah tergiur oleh tampilan luar atau janji-janji manis yang belum tentu terbukti kebenarannya.

Dengan kata lain, pungkasnya, gerakan mencerdaskan bangsa ini bukan sekadar edukasi teknis, melainkan upaya membangun karakter masyarakat yang jeli dan tidak mudah diperdaya oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.[] Zainul Krian

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: