UIY Ungkap Fakta-Fakta Menarik dari Perang Iran versus Amis

MediaUmat Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) mengungkapkan sejumlah fakta menarik di balik perang Iran versus Amis (Amerika Serikat dan Israel).

“Ada sejumlah fakta menarik dari perang Iran lawan Amis yang salah satunya adalah perang ini menjadi batu ujian untuk Amerika,” tuturnya dalam diskusi Skenario Akhir Perang Iran-Amis, Ahad (12/4/2026) di kanal YouTube Tabloid Media Umat.

Batu ujian untuk AS di perang ini, ujarnya, adalah apakah AS masih memiliki legitimasi sebagai negara super power di Timur Tengah dan apakah masih memiliki kemampuan pelindung negara-negara di kawasan Teluk.

“Jika Amerika mengakhiri perang sekalipun tidak dikatakan kalah, maka legitimasinya akan tercoreng. Sekaligus menjadi pertanyaan besar bagi negara-negara kawasan Teluk yang sudah membiayai dalam hubungannya dengan Amerika sekian banyak,” bebernya.

Negara-negara tersebut, imbuhnya, juga akan mempertanyakan kemampuan Amerika dalam melindungi mereka setelah terbukti Iran dengan mudah menghancurkan pangkalan militer Amerika di negara-negara Teluk.

“Berarti tidak sulit bagi Iran untuk menghancurkan negara mereka. Ini tentu akan mengubah konstelasi politik regional yang akan menempatkan Iran sebagai kekuatan baru di hadapan negara-negara Teluk,” urainya.

Fakta menarik berikutnya, cetus UIY, Iran telah membuktikan ke dunia bahwa AS itu bukan tak terkalahkan, bisa dihadapi, dan sekaligus menunjukkan bahwa Iran yang hampir setengah abad (46 tahun) diembargo, tapi bisa tetap bertahan.

“Ini akan menjadi inspirasi bagi dunia Islam betapa pentingnya penguasaan teknologi dan kepercayaan diri yang kuat bahwa teknologi bisa dipelajari, direbut, dan mengungguli negara-negara yang selama ini dianggap tak terkalahkan,” paparnya.

Perang akan berakhir seperti apa, duga UIY, Iran dalam posisi memiliki daya tawar yang cukup tinggi kaitannya dengan Selat Hormuz. Ini, tidak mudah bagi Amerika, apalagi Amerika sedang memberikan ‘exist strategy’. ‘Exist strategy’ apa pun akan membuat Amerika dalam posisi sulit.

“Andai dia menerima seluruh syarat perundingan perang yang diajukan oleh Iran, itu menunjukkan Amerika dalam posisi kalah. Tapi jika tidak menerima, selalu akan berhadapan pada posisi buntu, sementara makin hari beban perang makin berat,” tambahnya.

UIY melihat, Iran telah memberi pelajaran bahwa begitulah semestinya sebuah negeri Muslim yaitu harus ada kepercayaan diri yang ditopang kemandirian.

“Ini bisa menepis keragu-raguan atau ketidakpercayaan diri bahwa negeri Islam itu inferior, tidak mungkin maju, dan tidak punya kekuatan global. Itu baru satu negara. Bayangkan jika negeri-negeri Muslim bersatu. Saya kira kekuatan itu jauh lebih besar melebihi Iran,” tutupnya.[] Erlina

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: