Pemilihan parlemen di Denmark baru saja berakhir dan seperti biasa, kaum Muslim menjadi pusat perdebatan dan polemik di media. Yang jelas terlihat dari jalannya pemilihan selama beberapa bulan terakhir adalah meningkatnya perhatian dan propaganda tentang pengungsi dari negeri-negeri Islam dan kaum Muslim secara umum. Istilah-istilah seperti repatriasi dan migrasi mendominasi wacana publik.
Al-Rayah: Selama pemilihan umum, para politisi Denmark dilanda berbagai skandal, di antaranya pengakuan penggunaan kokain oleh pemimpin salah satu partai Liberal terbesar, Aliansi Liberal.
Politisi lain yang mengaku mendapatkan ribuan suara pribadi dengan menyebarkan kebencian terhadap migran secara umum dan khususnya kaum Muslim, ternyata terlibat dalam penjualan dan penggunaan narkoba.
Ini merupakan tambahan dari apa yang telah menjadi ciri khas kampanye pemilihan populis Barat, yaitu kebohongan, fanatisme anti-Muslim, dan rasisme.
Sementara para politisi ini berdebat tentang pengusiran penjahat dari negara, ironisnya, beberapa kandidat yang sama justru terlibat dalam kegiatan kriminal dan penipuan.
Nilai-nilai dan sistem sekuler Barat telah gagal, terbukti tidak mampu bahkan membimbing rakyatnya sendiri menuju jalan yang bermakna. Satu-satunya alternatif yang layak adalah sistem Islam, yang harus dianut oleh komunitas Muslim di seluruh dunia sebagai cara hidup yang komprehensif bagi semua orang yang dengan tulus mencari jalan baru (alraiah.net, 15/4/2026 ).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat