MediaUmat – Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menuturkan, adanya negara tidak lain untuk menjalankan perintah Allah di dalam Al-Qur’an.
“Kalau kita berpegang kepada Al-Qur’an, maka kita tahu bahwa negara itu ada, tidak lain memang untuk menjalankan perintah Al-Qur’an gitu, menjalankan perintah Allah yang disebut di dalam Qur’an,” tuturnya dalam video Al-Qur’an dan Negara, Tidak Bisa Dipisahkan, Kamis (5/3/2026) di kanal YouTube UIY Official.
Lebih lanjut UIY mengatakan, bukan sebaliknya, negara malah menjadi penghalang bagi tegaknya ajaran Al-Qur’an, “Nah, ini hari kita melihat bahwa negara ini ditarik ke sana kemari,” mirisnya.
Ia juga mengungkapkan keinginan agar negara saat ini menjalankan, dan menegakkan hukum dan perintah yang ada didalam Al-Qur’an, atau setidaknya negara yang adaptif terhadap Al-Qur’an.
“Kita tentu menginginkan bahwa negara kita itu menjadi negara yang dia paling sedikit itu adaptif terhadap Al-Qur’an gitu,” ungkapnya.
Lalu, imbuhnya, itu yang paling sedikit, dan yang optimalnya adalah menjadi negara yang bisa menjadi subjek utama dalam penerapan syariah.
“Tentu, optimalnya ya memang dia menjadi pelaku, menjadi subjek utama, dari penerapan syariah yang bersumber dari Al-Qur’an itu,” besar harapannya.
Terakhir, UIY mengucapkan, selain ada harapan besar negara menjadi subjek utama dari penerapan syariah, di saat yang sama ada kekuatan lain yang menjauhkan dari hal tersebut.
“Tapi, disaat yang sama ada juga kekuatan yang mencoba menarik, bukan makin dekat, makin jauh. Inilah, kelompok sekuler radikal itu,” tutupnya.[] Nandang Fathurrohman
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat