MediaUmat – Menanggapi momen lucu spanduk Idul Adha bertuliskan “Korbankan Ismailmu” yang sekilas seolah-olah mengumumkan dirinya sebagai sosok yang akan dikorbankan, Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menegaskan, dakwah tidak cukup hanya membawa kebenaran, tetapi juga harus memperhatikan cara menyampaikannya.
“Penting sekali untuk kita berpikir tentang dakwah bahwa ternyata dakwah itu tidak cukup hanya membawa kebenaran, tapi kita juga harus banyak berpikir, belajar tentang bagaimana kebenaran itu disampaikan,” ujarnya dalam siniar Seni Komunikasi Publik, Selasa (30/6/2026) di kanal YouTube Khilafah News.
Alasannya, sebut UIY, manusia tidak hanya mendengar kata-kata, mereka juga membaca simbol, membaca suasana, membaca contoh, membaca sikap, dan lain-lainnya.
Menurutnya, bila sebuah spanduk saja bisa menggeser cara orang memahami pesan. “Apalagi cara kita berbicara, cara kita memperlakukan orang lain, cara kita membangun keluarga, cara kita membangun masyarakat,”lanjutnya.
Peradaban Islam
Dari peristiwa ini, sebut UIY, ada pelajaran besar tentang bagaimana peradaban khususnya peradaban Islam itu harus dibangun.
“Ternyata peradaban itu bukan hanya perlu dibangun oleh orang-orang yang benar, tapi juga oleh orang-orang yang mampu menyampaikan kebenaran dengan cara yang benar, ya dengan penuh hikmah,” jelasnya.
Ia menuturkan Rasulullah SAW mengubah manusia bukan karena beliau memiliki slogan terbaik, tapi karena manusia melihat beliau bukan hanya pesan tadi itu, tapi juga akhlaknya, melihat kasih sayang yang ditunjukkannya, melihat ketepatan caranya.
Dan karena itu semua, menurut UIY, hati mereka luluh berubah dan perubahan manusia itulah yang kemudian melahirkan peradaban.
“Oleh karena itu, jangan sekali-kali kita meremehkan cara kita berdakwah. Kadang kita sibuk memperbaiki isi ceramah, tapi lupa memperbaiki cara menyampaikan,” pesannya.
Padahal, menurut UIY, dengan satu cara yang tepat bisa membuka hati ribuan orang. Sementara cara yang keliru justru bisa membuat pesan itu tak sampai. Bahkan bisa-bisa pesan itu berubah menjadi bahan tertawaan.
UIY mengucapkan rasa syukur bahwa dari sebuah momen yang lucu itu Allah mengingatkan bahwa tugas umat bukan hanya menyampaikan pesan langit, tapi juga belajar bagaimana pesan itu benar-benar sampai ke bumi, masuk ke dalam hati manusia, lalu mengubah pikiran dan perasaan manusia.
“Ini sebuah awal dari lahirnya peradaban yang kita cita-citakan. peradaban Islam menggantikan peradaban kapitalisme yang merusak sebagaimana terjadi di masa lalu,” tutupnya.
Dalam kesempatan itu UIY menceritakan momen lucu pada Idul Adha kemarin. Ia memang menjadi khatib di sebuah masjid di kawasan Karawaci. Masjid tidak terlalu besar tapi jamaahnya luar biasa.
“Nah, panitia di sana kemudian membuat spanduk. Sesungguhnya spanduk sangat baik dan penuh semangat. Di sana ada foto saya, nama lengkap, nama lengkap saya Ismail. Lalu ada tema besar, Korbankan Ismailmu. Nah, rupanya tak butuh waktu lama video dari spanduk itu terus menyebar dan saat ini ditonton oleh lebih dari 8 juta orang alias punya 8 juta lebih viewer. Komentarnya pun juga tidak sedikit, ada lebih dari 10.000. Dan saya menduga banyak yang mungkin tersenyum ketika melihat video itu atau spanduk itu. Karena memang kalau dilihat sekilas itu seolah-olah yang sedang diumumkan adalah atau yang diumumkan untuk dikorban adalah saya,” jelasnya.[] Muhammad Nur
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat