UIY: Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras Cerminkan Kehidupan Sekuler

 UIY: Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras Cerminkan Kehidupan Sekuler

MediaUmat – Menanggapi insiden pada 9 Agustus 2026 berupa challenge hafalan surah adh-Dhuha berhadiah minuman beralkohol dalam festival musik The Sound Project di Jakarta Utara, Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menilai fenomena tersebut mencerminkan kehidupan sekuler.

“Fenomena ini sesungguhnya juga mencerminkan betapa masyarakat kita ini sedang bermasalah. Itu artinya bahwa kehidupan sekuler,” tuturnya dalam Fokus to The Point: Promosi Miras Kok Pakek Ayat? di kanal YouTube UIY Official, Ahad (16/8/2026).

UIY menegaskan, kehidupan yang sekularistik telah menghilangkan satu hal yang sangat penting dalam diri seorang Muslim.

“Utamanya yaitu apa yang disebut dengan kepekaan terhadap persoalan, kepekaan terhadap halal haram, itu sampai akhirnya nanti pada batas yang paling tipis itu kepekaan terhadap etika,” ujarnya.

Lebih lanjut, UIY menilai kepekaan tersebut semakin tergerus dalam masyarakat sekuler hingga akhirnya menghilang.

“Apa buktinya? Ya, buktinya tadi minuman keras dijajakkan secara terbuka kemudian dengan mudah ya kalau kita lihat rekamannya itu kan enggak ada keraguan gitu loh ceplos langsung kepikir gitu apa tantangan itu kemudian langsung dapat sambutan dan yang melakukan sambil ketawa-tawa itu,” paparnya.

Ia menambahkan, anggapan bahwa tindakan tersebut tidak disengaja justru menunjukkan persoalan yang lebih mendasar.

Kalau orang itu sudah peka, ucap UIY, dia dalam kehidupannya, peka terhadap etika, peka terhadap nilai-nilai kebaikan halal haram itu tidak sengaja pun itu tidak sengaja yang baik.

“Contohnya, kalau kita jatuh langsung keluar dari mulut kita innalillahi wa inna ilaihi rajiun atau kita lihat sesuatu yang bagus subhanallah,” ulasnya.

Jadi tandasnya, ketidaksengajaan tersebut muncul karena adanya penormalan, termasuk penormalan penghinaan terhadap ajaran Islam akibat sistem yang sekuler.

Efek Jera

UIY juga menyoroti tidak adanya efek jera dalam kasus pelecehan terhadap Islam.

“Kalau ini memberikan efek jera tentu orang tidak spontan ya untuk melakukan penghinaan seperti itu,” ujarnya.

Aturan Hidup

Menurut UIY, setiap manusia membutuhkan aturan dalam kehidupan.

“Bukan hanya kita sebagai seorang muslim, manusia itu perlu aturan dan aturan itu harus datang dari sang pencipta manusia. Itulah Allah Subhanahu wa taala,” jelasnya.

Ia kemudian mengutip firman Allah SWT dalam surah Ibrahim ayat 1:

“Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji.”

UIY menilai, kondisi kehidupan saat ini menjadi tidak jelas karena tidak memiliki aturan yang benar.

“Ketika enggak jelas maka kita itu ibarat kata berjalan di kegelapan,” ucapnya.

Ia lantas menyoroti sikap manusia yang bertindak semaunya. Menurutnya, kondisi tersebut dapat melahirkan anarkisme.

“Dan itu mengerikan sekali,” tegasnya.

Ia menilai, ketika seseorang diperbolehkan menghina Nabi, maka penghinaan terhadap orang lain pun pada akhirnya dapat dianggap wajar.

Dan anarkisme itu, menurutnya, pasti menciptakan kekacauan. Kekacauan menimbulkan ketidakamanan. Ketidakamanan menimbulkan ketidaktentraman. Kacau balau. Apakah itu yang diinginkan?

“Di situlah sesungguhnya dunia ini memerlukan risalah yang hak. Itu adalah risalah Islam. Dan itulah yang kita serukan sampai ini hari,” pungkasnya.[] Muhammad Nur

 Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *