Ucapan Selamat Amir Hizbut Tahrir al-‘Alim al-Jalil Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah untuk Kaum Muslim Umumnya dan Syabab Khususnya dengan Momen Datangnya Idul Adha yang Penuh Berkah Tahun 1447 H-2026 M
Segala pujian hanya milik Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah beserta keluarga dan para shahabat beliau dan siapa saja yang mengikuti beliau. Wa ba’du.
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ… اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ…
Kepada Umat Islam secara umum, sebaik-baik umat yang telah dikeluarkan untuk umat manusia, yang memerintahkan yang makruf dan melarang yang mungkar dan beriman kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maka Bijaksana…
Kepada para pengemban dakwah khususnya, semoga Allah membuka kemenangan melalui tangan mereka, dan tangan mereka dengan pertolongan-Nya untuk mereka menegakkan Daulah Islam, al-Khilafah ar-rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian …
Kepada para pengunjung laman yang dimuliakan yang menyambut kebaikan yang diusung oleh laman, mengerahkan segenap usaha untuk berdiri pada kebenaran dan mendukung orang yang mengikuti kebenaran …
Kepada mereka semua … Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.
Saya ucapkan selamat hari raya Idul Adha yang penuh berkah tahun 1447 H. dan saya memohon kepada Allah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa agar menjadi pembuka kebaikan dan keberkahan bagi kaum Muslim seluruhnya …
Saudara-saudara yang dimuliakan: Hari raya ini datang sementara agresi Yahudi, dengan dukungan Amerika dan persenjataannya, terus berlanjut terhadap Gaza hasyim dan seluruh Palestina.. Sementara para penguasa di negeri-negeri kaum Muslim memonitor apa yang terjadi, menghitung para syuhada’ dan menyebut mereka korban tewas! Dan yang terbaik di antara mereka adalah orang yang menjadi penengah seolah-olah ia netral, bahkan sebenarnya lebih dekat kepada orang Yahudi!
Dan hari ini mereka telah menambahkan agresi lain yang lebih parah dan lebih keras terhadap kita. Amerika dan entitas Yahudi melancarkan serangan gabungan yang luas terhadap Iran, yang telah berlanjut sejak dimulai pada 28 Februari 2026, yakni berlanjut sejak tiga bulan, terhadap Iran, Lebanon, dan daerah sekitarnya! Dan sekarang entitas Yahudi sedang membangun zona penyangga di Lebanon selatan, seperti yang mereka lakukan di Gaza hasyim. Semua itu terjadi dengan didengar dan dilihat oleh para penguasa di negeri kaum Muslim dan mereka hanya berdiam diri tanpa bergerak! Kereta normalisasi Trump kembali melaju makin cepat di Lebanon agar bergabung dengan negeri-negeri lain yang telah menormalisasi hubungan dengan entitas Yahudi. Negosiasi yang penuh pengkhianatan tersebut berlangsung tanpa mereka memiliki rasa malu kepada Allah, Rasul-Nya, atau orang-orang mukmin! Bahkan gencatan senjata 10 hari dan 3 minggu .. yang mereka klaim di Lebanon telah diinjak-injak oleh entitas Yahudi yang telah mengintensifkan serangannya… Demikian pula, gencatan senjata 45 hari yang diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri AS pada hari Jumat, 15 Mei 2026, antara entitas Yahudi dan Lebanon, yang menyatakan bahwa “Israel dan Lebanon telah sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata selama 45 hari,” tidak lebih hanyalah tinta di atas kertas bagi entitas Yahudi. Intensifikasi serangan terus berlanjut tanpa mengindahkan gencatan senjata yang diklaim tersebut. “Hari ini, Ahad, “Israel” melakukan dua serangan udara di sekitar kota Yahmar dan Sahmar di Bekaa Barat di Lebanon timur, selain serangan di kota Zawthar Timur di Lebanon selatan…” (al-Jazeera, 17 Mei 2026). Dan tentu saja, entitas Yahudi tidak melakukan serangan tanpa persetujuan Trump yang telah mengumumkan gencatan senjata tersebut! Begitulah, tidak ada malam atau siang yang bebas dari serangan di sana-sini, sementara para penguasa di negeri-negeri kaum Muslim mengelilingi mereka, tetapi para penguasa itu diam layaknya diamnya kuburan, seolah-olah itu apa yang terjadi di negeri antah berantah yang sama sekali tidak penting bagi mereka. Alangkah buruknya apa yang mereka putuskan!
Kemudian Trump setelah kembali dari kunjungannya ke China, tetap mengepung selat Hormuz dan mengancam serta mengintimidasi. “Presiden Amerika Trump pada hari Ahad mengancam Iran dengan konsekuensi mengerikan jika para pemimpin Iran tidak bertindak cepat… Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump menulis, “Waktu hampir habis bagi Iran dan mereka harus bertindak cepat, atau tidak akan tersisa sesuatu pun untuk mereka,” menekankan bahwa “waktu sangat penting!” (al-Arabiya, 17/5/2026)… Kemudian presiden AS memperbarui ancamannya tentang serangan militer terhadap Iran… dan mengisyaratkan dalam sebuah unggahan di platform Truth Social hari ini, Senin, bahwa serangan AS terhadap Iran dapat datang dari segala arah…” (Waaq, 18/5/2026). Ia terus berlanjut dalam kesombongannya, dengan mengatakan: “…Dalam konteks yang sama, Trump menekankan bahwa pasukan AS telah mengalahkan sampai batas yang besar terhadap tentara Iran dan kepemimpinan politiknya. Ia menekankan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan Iran dalam keadaan apa pun mengembangkan senjata nuklir…” (Middle East Online, 20/5/2026). BBC melaporkan dalam pembaruan terbarunya pada 21/5/2026 “Trump mengatakan kepada para wartawan di Pangkalan Angkatan Udara Andrews, ketika ditanya tentang kemajuan pembicaraan dengan Iran, bahwa mereka berada di persimpangan jalan.. Dia menambahkan, “Jika kita tidak mendapatkan jawaban yang tepat, dengan sangat cepat semuanya akan menjadi buruk. Jawabannya harus 100% lengkap.” (BBC, pembaruan terakhir 21/5/2026). Dia menginginkan negosiasi menurut keinginannya atau seperti yang selalu dia katakan: “Negosiasi dengan Iran telah mencapai tahap akhir, tetapi pada saat yang sama dia memperingatkan bahwa kegagalan pembicaraan akan menyebabkan lebih banyak serangan” (Iran International, 21/5/2026).
Begitulah, Trump menginginkan agar negosiasi sesuai kesombongannya “perdamaian melalui kekuatan..”! Ia mendorong kawan dekatnya, Netanyahu untuk terus melakukan penghancuran dan serangan. Maka seperti yang telah kami sebutkan, entitas Yahudi mendirikan kamp baru untuk tentaranya di desa-desa Lebanon yang dicaploknya dan mengumumkan bahwa itu menjadi zona penyangga, yakni mengulangi skenario Gaza dengan Hamas dan garis hijau! Tampak bahwa kesombongan Trump dengan perdamaian yang ia klaim melalui kekuatan telah menghasilkan draf perjanjian yang penuh ranjau sebagai pendahuluan untuk negosiasi atau diskusi yang dapat berlangsung selama dua bulan atau lebih, seperti yang dilaporkan oleh berbagai kantor berita pada hari Ahad, 24 Mei 2026… Sesungguhnya merupakan salah satu bencana yang amat besar, Trump memulai perang dan menghentikannya atau mengakhirinya seperti yang ia mau, tanpa memperhatikan darah yang ia tumpahkan, rumah-rumah yang ia hancurkan dan fasilitas kehidupan yang ia luluhlantakkan … Dan semua itu karena ia tidak mendapati negara milik kaum Muslim yang membalikkan tipudayanya ke lehernya sendiri, memberinya pelajaran sebagaimana yang terjadi pada kelompoknya dahulu, Persia dan Romawi. Dan bahkan kawan dekatnya, Netanyahu berjalan di jalan Trump dan dengan perintahnya dalam menghancurkan manusia, pepohonan dan bebatuan di Palestina, Lebanon dan sekitarnya!!
Dan pada penutup, para penguasa di negeri kaum Muslim, memuji kaum kafir penjajah, alih-alih memuji Rabb semesta alam … Dan alih-alih membebaskan Palestina dan menghancurkan entitas Yahudi, sebaliknya mereka berusaha untuk bernegosiasi dan melakukan normalisasi dengannya … Para penguasa itu loyal kepada Amerika dan anak asuhnya, entitas Yahudi agar Trump senang kepada mereka! Begitulah, mereka membuat Allah murka terhadap mereka untuk menyenangkan tiran Trump … Mereka lupa atau pura-pura lupa sabda Rasul saw:
«مَنْ أَسْخَطَ اللَّهَ فِي رِضَا النَّاسِ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِ، وأَسْخَطَ عَلَيْهِ مَنْ أرضاهُ فِي سَخَطِهِ، وَمَنْ أَرْضَى اللَّهَ فِي سَخَطِ النَّاسِ رَضِي اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ وَأَرْضَى عَنْهُ مَنْ أَسْخَطَهُ فِي رِضَاهُ حَتَّى يُزَيِّنَهُ وَيُزَيِّنَ قَوْلَهُ وَعَمَلَهُ فِي عَيْنِهِ» أخرجه الطبراني في المعجم الكبير
“Siapa saja yang membuat Allah murka dalam keridhaan manusia maka Allah murka terhadapnya dan membuat orang yang ia buat ridha dalam kemurkaan-Nya akan murka terhadapnya. Dan siapa yang membuat Allah ridha dalam kemurkaan manusia, niscaya Allah ridha kepadanya dan membuat orang yang ia buat murka dalam keridhaan-Nya ridha kepadanya sampai Allah memperindahnya dan memperindah ucapan dan perbuatannya di kedua mata orang itu” (HR ath-Thabarani di al-Mu’jam al-Kabîr).
Demikian pula, mereka para penguasa itu tidak menyadari bahaya kejahatan loyalitas kepada kaum kafir dan bahwa itu merupakan kehinaan di dunia dan azab pedih di akhirat.
﴿سَيُصِيبُ الَّذِينَ أَجْرَمُوا صَغَارٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا كَانُوا يَمْكُرُون﴾
“Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya” (TQS al-An’am [6]: 124).
Para penguasa itu, telah sampai loyalitas mereka kepada kaum kafir penjajah pada batas bahwa setiap negeri dari mereka diserang tetapi yang lain tidak bergerak untuk menolongnya, sebaiknya yang terbaik jalannya adalah orang yang menghitung korban tewas dan terluka! Sesungguhnya hukum asalnya pada kaum Muslim bahwa mereka adalah satu umat, perdamaian mereka satu dan perang mereka juga satu. Serangan terhadap bagian manapun darinya merupakan serangan terhadap umat seluruhnya. Tetapi ini tidak terealisir dan negeri kaum Muslim terpecah-pecah dan para penguasa di negeri kaum Muslim loyal kepada kaum kafir penjajah … Tetapi hal itu terealisir dengan khilafah rasyidah yang mengembalikan kaum Muslim menjadi satu umat … menolong Allah dan menerapkan hukum-hukum-Nya sehingga ia menjadi pihak yang ditolong dengan izin Allah, menyinari dunia dengan keadilannya dan jihadnya serta Allah memuliakannya dengan pertolongannya ..
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ﴾
“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong Allah, niscaya Allah menolong kamu dan meneguhkan kedudukanmu” (TQS Muhammad [47]: 7).
Maka penuhilah seruan Allah wahai kaum Muslim dan berjuanglah bersama Hizbut Tahrir untuk merealisasi janji Allah SWT:
﴿وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ﴾
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik” (TQS an-Nur [24]: 55).
Dan kabar gembira Rasulullah saw setelah pemerintahan diktator yang sedang kita alami ini sebagaimana yang ada di dalam hadis Rasulullah saw yang dikeluarkan oleh imam Ahmad dari Hudzaifah ibn al-Yaman:
«.. ثُمَّ تَكُونُ مُلْكاً جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ. ثُمَّ سَكَتَ»
“… kemudian akan ada kekuasaan diktator, dan akan tetap ada sesuai kehendak Allah. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian”, kemudian beliau diam”.
﴿وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ * بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ﴾
“Dan pada hari itu, orang-orang mukmin bergembira karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Penyayang” (TQS ar-Rum [30]: 4-5).
Dan terakhir, saya memohon kepada Allah SWT supaya hari raya ini menjadi pembuka kebaikan dan keberkahan serta kemuliaan untuk Islam dan kaum Muslim.
﴿وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُون﴾
“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya” (TQS Yusuf [12]: 21).
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ… اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ…
Wassalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.
10 Dzulhijjah 1447 H
27 Mei 2026 M
Saudaramu
Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah
https://hizb-ut-tahrir.info/ar/index.php/ameer-hizb/ameer-cmo-site/109704.html
View Comments (1)
Mashallah, Allahu Akbar, sungguh pertolongan Allah Ta'ala sudah sangat dekat, sebentar lagi.....
Inshallah