Saat berbicara kepada wartawan di halaman selatan Gedung Putih, sebelum berangkat dalam kunjungan diplomatik ke China, Trump ditanya sejauh mana “situasi keuangan warga Amerika” memengaruhi keinginannya untuk mencapai kesepakatan dengan Iran. Ia menjawab, “Sama sekali tidak.” Trump menambahkan, “Satu-satunya hal yang penting ketika saya berbicara tentang Iran adalah mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir. Saya tidak memikirkan situasi keuangan orang Amerika. Saya tidak memikirkan siapa pun. Saya hanya memikirkan satu hal: Kita tidak boleh membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Itu saja.” Ia melanjutkan, “Setiap orang Amerika memahami hal itu.” (skynewsarabia.com, 13/5/2026).
Penegasan dari Trump ini menunjukkan ketakutan ekstrem mereka terhadap umat Islam, bahkan pernyataan ini telah diamini oleh anggota pemerintahannya. Menteri Pertahanannya, Hegseth, sebelumnya mengatakan: “Rezim ekstremis seperti Iran, yang berpegang teguh pada ilusi kenabian Islam, tidak dapat memiliki senjata nuklir.” Trump mengesampingkan situasi keuangan warga Amerika demi mencegah Iran memiliki senjata nuklir, bahkan ia tidak memikirkan orang lain, sebab masalah ini adalah segalanya baginya.
Trump memposisikan dirinya sebagai polisi dunia, ingin mengatur dan melarang, serta memaksakan kehendaknya kepada siapa pun yang ia suka. Trump berpikir bahwa dengan kesombongannya ia dapat melakukan apa pun yang dia inginkan. Trump pernah membual bahwa ia memiliki tentara terkuat di dunia, sampai kesombongannya yang memuncak telah mendorongnya untuk menculik presiden Venezuela. Trump juga mengancam akan mencaplok negara-negara lain ke Amerika Serikat, dan melancarkan perang tarif dengan banyak negara di dunia, yang semua ini dimulai dari mentalitas untuk mendominasi dunia.
Trump menginginkan Iran menjadi negara antek yang menuruti perintahnya dan tunduk pada arahannya. Ia tidak puas hanya dengan menjadikan Iran sebagai negara satelit atau suapan Amerika; oleh karena itu, ia melancarkan perang terakhir melawan Iran, tetapi tampaknya ia tidak mencapai apa yang diinginkannya, terutama setelah pembunuhan para pemimpin tingkat pertama dan kedua di Iran.
Semoga keadaan saat ini akan mendorong para pemimpin Iran untuk berpihak dan berada di barisan umat Islam, dan mendukung mereka yang tengah berjuang untuk mendirikan Khilafah Rasyidah Kedua ‘ala minhājin nubuwah, agar dengannya mereka dapat meraih kemuliaan di dunia dan akhirat, serta keridhaan dari Allah Yang Mahabesar. [] Khalifah Muhammad – Wilayah Yordania
Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 15/5/2026.
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat