MediaUmat – Merespons terbongkarnya ribuan ton sawit Indonesia ternyata diekspor ke Israel, Direktur The Economics Future Institute (TEFI) Dr. Yuana Tri Utomo menyatakan perdagangan internasional di era kapitalisme global selalu tidak berpihak kepada Islam.
“Menurut saya, ini adalah momentum yang menunjukkan bahwa konsistensi sikap dukungan atas Palestina betul-betul ditampakkan. Ya, begitulah perdagangan internasional di era kapitalisme global ini selalu tidak berpihak kepada Islam dan kaum Muslimin, termasuk saudara-saudara kita di Palestina,” ujarnya kepada media-umat.com, Kamis (29/10/2026).
Padahal, kata Yuana, umat Islam diperintahkan Allah SWT agar tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa, bukan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.
Menurutnya, ajaran Islam yang kaffah tidak menjadikan sistem ekonominya terpisah yang berdiri sendiri. Pengelolaan kekayaan, perdagangan, dan hubungan luar negeri perlu ditempatkan dalam kerangka hukum Islam, keadilan, dan perlindungan terhadap manusia dengan institusi Islam yang menaunginya.
Di sinilah dakwah ideologis menemukan relevansinya, bahwa negara harus memiliki sikap yang tegas pada kebijakan politik luar negerinya, komitmen membela kaum Muslim yang terzalimi termasuk umat Islam di Palestina harus dibuktikan dengan nyata.
“Bukan malah mengekspor sawit ke negara penjajah hanya untuk dapat cuan devisa. Harus dibuktikan dengan sikap tanggung jawab dan amanah, bahkan sebagai hamba Allah yang mengemban visi-misi penciptaan berjuang demi tegaknya Islam rahmatan lil alamiin, pada seluruh level kebijakan, baik pemerintahnya, pelaku ekspor impornya,” ujarnya.
Bahkan, tegas Yuana, masyarakat harus solid memperkuat kesadaran bahwa aktivitas ekonomi itu juga bagian dari ibadah kepada Allah SWT, mempertimbangkan halal atau haram dan surga atau neraka.
Oleh sebab itu, kata Yuana, berita mengenai sawit Indonesia yang mengalir ke Israel ini bukan sekadar kabar perdagangan yang membahas “siapa eksportirnya? Berapa ton sawit yang dikirim? Bagaimana rantai perdagangannya bekerja? Apakah ini kebijakan negara yang legal atau ilegal dan sebagainya?[] Achmad Mu’it
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat