MediaUmat – Ketua Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa (FDMPB) Dr. Ahmad Sastra menilai Ka’bah memiliki posisi sangat penting dalam kehidupan umat Islam yaitu sebagai simbol persatuan umat.
“Bangunan suci yang berada di Masjidil Haram ini merupakan kiblat seluruh Muslim di dunia. Lima kali sehari, miliaran Muslim menghadap ke arah yang sama ketika melaksanakan shalat. Persatuan arah kiblat ini mengandung makna mendalam bahwa umat Islam memiliki satu orientasi hidup, yaitu penghambaan kepada Allah SWT,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima media-umat.com, Selasa (12/5/2026).
Ahmad mengutip QS al-Baqarah ayat 144 yang menunjukkan bahwa Ka’bah bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol kesatuan spiritual umat Islam.
“Semua Muslim, tanpa memandang kebangsaan atau status sosial, tunduk pada arah kiblat yang sama. Termasuk dalam ibadah haji, simbol persatuan ini tampak sangat nyata. Jutaan manusia berkumpul dalam pakaian ihram yang sederhana, menghapus sekat ras, suku, dan kelas sosial,” ulasnya.
Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW, lanjutnya, juga disebutkan bahwa Tuhan kalian satu dan ayah kalian satu. Tidak ada kelebihan orang Arab atas non-Arab, atau non-Arab atas Arab, kecuali dengan takwa.
“Hadits ini memperlihatkan bahwa Islam membangun persatuan di atas landasan akidah dan ketakwaan, bukan ras atau nasionalisme kebangsaan (nation states),” cetusnya.
Menurutnya, momentum haji juga menjadi miniatur persatuan global umat Islam dan umat Islam bisa merasakan identitas kolektif sebagai satu umat (ummah wahidah).
“Ka’bah merupakan simbol persatuan spiritual umat Islam sedunia. Dalam ibadah haji, umat Islam menunjukkan bahwa mereka memiliki satu kiblat, satu Tuhan, dan satu tujuan penghambaan. Dalam sejarah Islam, semangat persatuan tersebut juga diwujudkan dalam bentuk persatuan politik melalui institusi khilafah yang pernah menjadi kekuatan besar dalam membangun peradaban Islam,” pungkasnya.[] Erlina
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat