MediaUmat – Iwan Januar dari Forum of Contemporary Ummah Studies menyatakan, tragedi bunuh diri siswa SD di Ngada NTT lantaran tidak mampu membeli buku dan pulpen sebagai peringatan serius atas kegagalan sistem kapitalisme.
“Tragedi bunuh diri siswa SD di Ngada NTT adalah alarm keras bahwa kapitalisme hanya memproduksi kesenjangan sosial, kemiskinan dan keputusasaan,” ujarnya kepada media-umat.com, Jumat (6/2/2026).
Sistem tersebut, jelas Iwan, tidak hanya gagal menjamin kesejahteraan rakyat, tetapi juga membentuk struktur kekuasaan yang abai terhadap suara dan penderitaan kelompok lemah.
“Termasuk mencetak penguasa dan wakil rakyat yang tone deaf,” tegasnya.
Iwan menilai, kondisi ini berbanding terbalik dengan Islam yang secara sistemik memiliki mekanisme untuk menekan kemiskinan sekaligus mencegah munculnya keputusasaan sosial yang berujung pada bunuh diri.
“Islam punya mekanisme jaminan nafkah, pribadi, keluarga sampai negara,” kata Iwan.
Lebih lanjut, ia memaparkan, Islam mengatur pengelolaan sumber daya alam dan distribusi kekayaan agar benar-benar berpihak kepada rakyat serta menjamin kebutuhan dasar masyarakat.
“SDA akan dikelola negara untuk kebutuhan rakyat bukan dikuasai swasta, Islam mengharamkan konsentrasi kekayaan, harus berputar untuk gerakan perekonomian, serta akses pendidikan dan kesehatan gratis untuk rakyat,” pungkasnya.[] Lukman Indra Bayu
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat