Sejarawan: Gelar Haji Sudah Ada Jauh Sebelum Belanda Datang

 Sejarawan: Gelar Haji Sudah Ada Jauh Sebelum Belanda Datang

MediaUmat Sejarawan dan sutradara film dokumenter Jejak Khilafah di Nusantara (JKDN) Nicko Pandawa membantah narasi yang mengatakan kalau haji itu adalah gelar yang diberi oleh Belanda untuk menentukan mana yang ditandai sebagai pemberontak atau tidak, sebab haji itu adalah gelar yang sudah sangat tua dan sudah ada sejauh sebelum Belanda datang.

“Nah, sebenarnya ini perlu diklarifikasi bahwa haji itu adalah gelar yang sudah sangat tua dan sudah ada sejauh sebelum Belanda datang. Bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia,” ujarnya dalam acara Fokus: Haji dan Politik, Ahad (31/5/2026) di kanal YouTube UIY Official.

Menurut Nicko, haji itu mendapat keistimewaan berupa gelar karena pada jaman dulu betapa berat seseorang untuk melakukan perjalanan haji.

Ia melihat, pada jaman dulu ibadah haji itu sebagai ibadah yang benar-benar mempertaruhkan hidup dan mati. Sehingga saat itu haji dilakukan bagi siapa yang punya kemampuan untuk menempuh jalannya, jadi tidak sembarang orang.

Kemudian, kata Nicko, ketika seseorang telah selesai melaksanakan haji dengan meninggalkan keluarga yang sangat lama, kemudian di Makkah menemukan lingkungan pergaulan internasional bernama umatan wahidah, yakni umat Islam yang global, maka ketika balik ke kampungnya tentu itu menjadi keistimewaan sendiri.

“Sehingga haji ini dalam sejarahnya menjadi hal atau menjadi status yang memang privilege tersendiri, bukan privilege sekadar untuk mencari keuntungan sendiri, tapi yang memang benar-benar berpengaruh di lingkungan masyarakatnya,” pungkas Nicko.[] Agung Sumartono

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *