Penolakan terhadap Ceramah UAS Cerminkan Ketidakdewasaan Beragama
MediaUmat – Penolakan terhadap ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) di Manado oleh pihak tertentu, menurut Direktur Siyasah Institute Iwan Januar, menunjukkan adanya kelompok kecil yang belum dewasa dalam menyikapi perbedaan keyakinan antarumat beragama.
“Kita menyayangkan hal seperti ini terjadi. Menunjukkan masih ada segelintir masyarakat Indonesia yang tidak dewasa menyikapi perbedaan keyakinan antarumat beragama,” ujarnya kepada media-umat.com, Kamis (21/5/2026).
Ia juga menyayangkan sikap pemerintah daerah yang dinilai tidak hadir sebagai penjamin keadilan bagi semua pihak.
Menurutnya, pemda seharusnya melindungi hak umat Islam yang mengundang UAS, bukan malah terkesan tunduk pada tekanan kelompok tertentu yang mengedepankan provokasi.
“Kita sangat menyayangkan pemerintah daerah tidak melindungi aspirasi umat Muslim yang mengundang UAS, dan justru terpengaruh oleh narasi permusuhan,” tegasnya.
Terkait tudingan bahwa ceramah UAS menyinggung agama lain, Iwan menjelaskan, kajian tersebut disampaikan dalam forum internal umat Islam. Jika kemudian tersebar ke publik, seharusnya disikapi dengan diskusi ilmiah, bukan dengan penolakan atau ancaman.
“Pemikiran seharusnya dihadapi dengan pemikiran, bukan dengan ancaman. Para intelektual seperti UAS justru terbuka untuk berdialog secara ilmiah,” ungkapnya.
Terkait kekhawatiran adanya konsolidasi kelompok tertentu seperti FPI dan HTI, Iwan menilai hal itu perlu diluruskan secara objektif. Ia menyebut tidak ada putusan pengadilan yang menyatakan ajaran keduanya sebagai ajaran terlarang.
“Kalau bicara fakta hukum, tidak ada putusan pengadilan yang menyebut ajaran mereka terlarang. Bahkan konsep khilafah pernah dinyatakan sebagai bagian dari ajaran Islam,” jelasnya.
Ia juga menilai, kelompok-kelompok tersebut selama ini memiliki kontribusi dalam edukasi dan gerakan sosial umat.
Iwan juga menyatakan, fokus utama bangsa seharusnya diarahkan pada persoalan besar seperti dominasi oligarki dan ketimpangan ekonomi, pentingnya persatuan umat dan bangsa dalam menghadapi tantangan nyata tersebut.
“Yang seharusnya menjadi musuh bersama adalah oligarki yang menjarah kekayaan alam dan memiskinkan rakyat,” pungkasnya.[] Lukman Indra Bayu
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat