Pengamat: Washington Butuh Basis Militer Stabil Hadapi Iran
MediaUmat – Permintaan AS kepada Spanyol dan negara lain untuk membantu memerangi Iran secara militer, menurut Pengamat Hubungan Internasional dari Geopolitical Institute Hasbi Aswar, Ph.D., bertujuan agar AS memiliki opsi pangkalan militer yang lebih stabil dan aman.
“Kelihatannya agar AS punya opsi pangkalan militer yang lebih stabil dan aman setelah terus dibombardir oleh Iran baik di laut maupun di negara-negara Arab seperti Arab Saudi, Qatar, Irak, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab,” ujarnya kepada media-umat.com, Jumat (6/3/2026).
Namun, permintaan AS itu ditolak Spanyol. Hasbi mengatakan, salah satu penyebabnya adalah rezim Spanyol saat ini dipimpin tokoh dari Partai Sosialis Spanyol, yaitu Pedro Sánchez, yang selama ini keras dalam merespons sikap Amerika Serikat di Timur Tengah, termasuk serangan Israel terhadap Palestina.
“Sementara itu, saya pikir, motif Inggris yang setengah hati membantu AS, lebih berkaitan dengan hubungan dengan AS yang belum sepenuhnya membaik karena isu perang tarif, termasuk ketegangan soal Greenland. Selain itu, kelihatannya Inggris juga khawatir kalau perang ini dibiarkan berlarut-larut, Inggris juga akan rugi melihat Inggris juga punya kepentingan besar di Timur Tengah baik kepentingan minyak maupun jalur,” ungkapnya.
Bisa Berlarut-larut
Apabila Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya menyerang Iran secara militer, dampaknya perang bisa berlangsung lebih lama. Negara-negara Arab, termasuk Iran, juga berpotensi hancur-hancuran sehingga justru mereka sendiri yang akan merugi.
“Dunia juga akan rugi dengan berhentinya pasokan minyak dan terganggunya pasokan minyak dan gas global. Saat ini kan sedang diprovokasi oleh Israel agar negara-negara Arab mau ikut perang, tapi kelihatannya mereka masih dalam posisi defensif terhadap Iran melalui tangkisan-tangkisan atas serangan Iran ke negara mereka,” kata Hasbi.
Dalam kondisi seperti ini, Hasbi mengingatkan agar para penguasa dunia Islam bersatu. “Harusnya mereka bersatu, kan ada OKI jadi tempat mereka berkumpul. Mereka buat forum terus menyatukan sikap untuk memerangi Israel dan AS. Harusnya itu yang dilakukan bukan malah terpecah apalagi mendukung AS dan Israel. Malah kalau dunia Islam terpecah, Israel dan AS pasti akan senang,” tandasnya.[] Achmad Mu’it
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat