Para Pemimpin Barat Memuji Erdogan atas Prestasinya di Suriah dan Kawasan
Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan pada 8 Juli 2026, selama KTT NATO di Ankara: “Kami mengakui keberhasilan yang dicapai di Suriah. Keberhasilan ini tidak akan mungkin terjadi tanpa kontribusi presiden Turki. Turki memberikan kontribusi yang nyata bagi stabilitas kawasan.”
Saat berada di Ankara, Trump mengundang Presiden Suriah Ahmad al-Syara’ untuk bertemu dengannya dan menegaskan kembali dukungannya, serta berjanji untuk melaksanakan permintaannya. Selama konferensi pers dengan al-Syara’ pada 8 Juli 2026, di sela-sela KTT NATO, Trump menyatakan bahwa “dirinya yakin akan menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme. Saya pasti melakukannya? Sebab dia (Ahmad al-Syara’) telah melakukan pekerjaan yang luar biasa.” Bahkan Trump menggambarkannya sebagai “orang yang kuat, pemimpin hebat, seorang yang dihormati oleh semua orang, dan ia termasuk orang yang berkarakter.”
Perlu dicatat bahwa Trump menyatakan dalam konferensi pers bersama Emir Qatar di sela-sela KTT G7 di Prancis pada 16 Juni 2026: “Seperti yang Anda ketahui, saya sebagian besar bertanggung jawab atas Suriah, dan orang yang sekarang memimpin Suriah adalah orang yang ditunjuk oleh saya, Erdogan, dan yang lainnya. Dan bersama kami, dia (al-Syara’) telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam semua hal ….”
Trump berulang kali memuji Erdogan atas apa yang telah dicapainya untuk Amerika Serikat di Suriah dan kawasan, dengan mengatakan pada 7 April 2025: “Saya menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Turki Erdogan. Anda telah melakukan apa yang tidak mampu dilakukan orang lain selama dua ribu tahun … Anda telah merebut Suriah, apa pun nama historisnya.”
Amerika Serikat dan semua negara Barat memuji Erdogan atas keberhasilannya yang besar di Suriah, ketika Erdogan berhasil menggagalkan upaya membebaskan Suriah dari cengkeraman kaum kafir Barat, yang dengan demikian Erdogan berhasil menggagalkan kembalinya Islam ke dalam pemerintahan dan pendirian negara Khilafah di sana. Selama ini, Erdogan berhasil menipu masyarakat umum di Suriah dan tampil sebagai penolong mereka, padahal ia bekerja untuk Amerika Serikat dan Barat. Erdogan berhasil membeli loyalitas, seperti Ahmad al-Syara’, dan mengangkatnya sebagai presiden Suriah dengan persetujuan Amerika Serikat setelah Amerika yakin akan ketaatannya kepada mereka, dan melihatnya sebagai alternatif pengganti mantan antek mereka, Basyar al-Assad (hizb-ut-tahrir.info, 9/7/2026).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat