PAKTA: Kapitalisme Jadi Akar Masalah Banjir Bandang di Muratara

MediaUmat Banjir bandang yang menewaskan seorang balita dan merendam sedikitnya 16.156 unit rumah penduduk di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Sumatera Selatan (Sumsel) pada Sabtu (9/5), menurut Direktur Pusat Analisis Kebijakan Strategis (PAKTA) Dr. Erwin Permana karena penerapan sistem kapitalisme di negeri ini.

“Kenapa ini terjadi? Karena kapitalisme. Karena pola pengelolaan yang kapitalistik yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para pemodal untuk mengeksploitasi alam,” tuturnya kepada media-umat.com, Rabu (13/5/2026).

Ia berharap masyarakat bergerak untuk menghentikan ini semuanya. “Ingatkan itu para penguasa agar mereka berhenti, mencegah melakukan kerusakan itu. Dengan cara apa? Hentikan kapitalisme, berikan solusi penerapan Islam secara totalitas,” ungkapnya.

Erwin mengingatkan, musibah ini seharusnya menjadi pelajaran untuk tidak terjadi musibah berikutnya.

“Ini malah seperti enggak kapok-kapok, semestinya ketika sudah terjadi bencana di Aceh, Padang, kemudian Sumut, ya itu pelajaran. Ambil pelajaran dari musibah-musibah itu,” ujarnya.

Pelajaran yang dimaksud, kata Erwin, dengan melakukan reboisasi, tidak menggunduli hutan lagi dan melakukan penjagaan terhadap hutan dan lahan.

“Ini kan enggak. Tambang-tambang enggak ada berhenti, perambahan hutan terjadi luar biasa dengan berbagai macam dalih. Tunggu saja nanti musibah yang lebih besar,” tandasnya.[] Achmad Mu’it

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: