MediaUmat – Menanggapi pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai ‘rakyat desa tidak pakai dolar’, Peneliti dari Masyarakat Sosial Politik Indonesia (MSPI) Dr. M. Riyan menyatakan, masalahnya memang enggak pakai dolar, tapi rakyat kena kenaikan harganya.
“Ya enggak pegang dolar, tapi kan kena [kenaikan] harganya gitu,” kritiknya dalam siniar Trump & China: Apa yang Terjadi di Balik Layar ‘Diplomasi Bebek Lumpuh’, Heboh Film Pesta Babi, dan Ironi “Rakyat Desa Tidak Pakai Dolar”? di kanal YouTube Ngaji Subuh, Senin (18/5/2026).
Sebelumnya, Riyan menyatakan, pernyataan Prabowo ini sebenarnya ironi, dan menyakiti hati rakyatnya.
Lalu, ungkapnya, kondisi rupiah kini kian hari semakin terpuruk, dan itu bukan hanya karena perang yang terjadi.
“Kondisi rupiah yang semakin terpuruk, bukan hanya karena perang tapi karena kepercayaan terhadap kinerja pemerintah. Ini yang penting,” tekannya.
Jadi, ucap Riyan, jangan juga terus-terusan menyalahkan perang yang terjadi, karena sebelum perang pun memang sudah begini.
“Jadi itu ya, jangan ini nyalahin perang. Sebelum perang juga, sudah begini. Nah, ini kadang-kadang ada kambing hitam gitu,” ucapnya.
Semisal yang dijadikan kambing hitam, ujarnya, semua pekerjaan dialihkan ke online jadi WFH (work from home), karena efisiensi.
“Jadi, oh ini karena perang ya. Seolah-olah semuanya dilemparkan ke perang gitu ya. WFH saja itu, karena perang gitu ya. Ini lewat online saja, gara-gara perang, karena efisiensi,” bebernya.
Maka dari itu, menurut Riyan, persoalannya itu apakah memang pemerintah, sudah betul-betul melakukan kinerjanya dengan baik? [] Nandang Fathurrohman
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat