MSPI: Hari Ini Dunia Memang Sedang Tidak Baik-Baik Saja
MediaUmat – Merespons berbagai persoalan yang terjadi di dunia yang nampak demikian gelap, Peneliti Masyarakat Sosial Politik Indonesia (MSPI) Dr. Riyan menilai, hari ini dunia memang tidak sedang baik-baik saja.
“Hari ini dunia memang tidak sedang baik-baik saja,” ujarnya dalam Special Interview: Idul Fitri dan Kemenangan Dunia Islam, Kamis (19/3/2026) di kanal YouTube Rayah TV.
Kalau dimulai dari dunia internasional, sebut Riyan, ada satu pergeseran yang sekarang terjadi.
Ia mengutip pernyataan para pakar, saat ini di dunia internasional ada pergeseran dari rules-based international order (tatanan internasional berbasis aturan) menjadi power-based international order (tatanan internasional berbasis kekuatan).
Rules-based international order itu, jelas Riyan, tata dunia yang awalnya itu ditegakkan atas dasar hukum. “Artinya, hukum itu dianggap ada,” jelasnya.
“Saya gunakan istilah dianggap ada, itu artinya dia masih dipakai sebagai rujukan,” terangnya.
Kemudian, lanjutnya, bergeser menjadi apa yang disebut dengan tata dunia yang digerakkan oleh kekuatan.
“Jadi intinya, kalau secara sederhana ini bahasanya itu hukum rimbalah yang kemudian berlaku, dan ini ditandai dengan apa yang dilakukan oleh presiden Amerika hari ini,” kritiknya.
Ia mencontohkan praktik hukum rimba yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan melakukan berbagai tindakan yang mungkin tidak pernah terbayangkan.
“Yang satu, misalnya, Presiden Venezuela, itu diambil langsung dari rumahnya, langsung dari udara. Tidak tahu sekarang kondisinya seperti apa. Tapi ini menunjukkan dia itu sebagai sebuah negara yang berdaulat, mestinya kan tidak ada yang seperti itu,” sesalnya.
Ia memandang, apa yang dilakukan oleh Trump terhadap Nicholas Maduro (Presiden Venezuela) karena Amerika merasa lebih kuat.
“Jadi karena Amerika merasa lebih kuat, maka dia ambil begitu saja,” sindirnya.
Kemudian, sambungnya, di Mexico. “Kemarin, ketika ada geng atau kartel narkoba, ketika presidennya dianggap tidak mampu, diturunkan pasukan untuk menghabisi apa yang disebut dengan El Mencho,” ujarnya.
Kemudian yang ketiga itu, ia melanjutkan, hari ini di suasana bulan Ramadhan, tanggal 28 Februari, Amerika dan entitas Yahudi menyerang Iran.
“Kita bisa melihat kan bagaimana brutalnya itu, dan korbannya itu. Salah satu yang saya catat misalnya korban yang pertama kali dirilis itu adalah bahwa rudal-rudal Amerika dan Israel itu kemudian menghantam sekolah perempuan, ada anak-anak di situ,” pungkasnya.[] ‘Aziimatul Azka
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat