FoCUS Ajak Masyarakat Tetap Berani Menyuarakan Kebenaran

 FoCUS Ajak Masyarakat Tetap Berani Menyuarakan Kebenaran

MediaUmat Menanggapi kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andri Yunus, Peneliti Forum of Contemporary Ummah Studies (FoCUS) Iwan Januar menegaskan, masyarakat perlu tetap kritis dan berani menyuarakan kebenaran, karena kritik publik merupakan bagian dari upaya meluruskan penyimpangan.

“Kritik ini sebetulnya merupakan upaya meluruskan penyimpangan yang terjadi. Maka sudah saatnya rakyat semakin kritis, terbuka, dan kemudian tetap berani menyuarakan kebenaran,” ujarnya dalam video Mengapa Air Keras Sering jadi Sarana T3r0r? di kanal YouTube Khilafah News, Selasa (17/3/2026).

Iwan mengingatkan, jika praktik teror terhadap pihak yang kritis dibiarkan, maka fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan akan melemah, termasuk upaya meluruskan berbagai penyimpangan.

“Padahal, bila ini dibiarkan, maka siapa yang akan mengawasi jalannya pemerintahan? Dan siapa yang kemudian bisa meluruskan penyimpangan yang terjadi?” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran aparat penegak hukum dalam menindak tegas pelaku teror terhadap aktivis.

“Para pelaku selayaknya diusut dan diberikan sanksi yang setimpal, karena mereka sebetulnya bagian dari upaya meruntuhkan negeri ini,” tegasnya.

Menurutnya, kasus ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, mengingat teror terhadap individu yang menyampaikan kritik dapat berdampak terhadap keamanan serta kepercayaan terhadap institusi hukum.

“Kasus ini menggambarkan bahwa Indonesia lumpuh secara keamanan dan lumpuh pula secara hukum,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, keberanian masyarakat dan ketegasan aparat merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan.

“Kalau ini terus terjadi, maka yang akan rugi bukanlah para politisi, bukan elite pejabat yang mereka tidak tersentuh kebijakannya oleh kritik. Tapi justru negeri ini, rakyat ini, bangsa ini yang akan mengalami kerugian besar,” pungkasnya.[] Ikbal

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *