Perdana Menteri entitas Yahudi, Netanyahu, telah memberikan keleluasaan penuh kepada tentaranya di Tepi Barat, dengan memerintahkan perluasan operasi yang sedang berlangsung di sana. Sementara itu, sosok yang disebut sebagai Menteri Keamanan Nasional entitas tersebut, Ben-Gvir, menyerukan peningkatan tindakan militer menyusul tewasnya seorang pemukim dan cederanya tiga orang lainnya. Ia menyatakan bahwa desa dan kota asal para penyerang “harus diperlakukan sama seperti perlakuan terhadap Beit Hanoun di Jalur Gaza.”
**** **** ****
Reaksi para pemimpin entitas Yahudi terhadap tewas dan terlukanya sejumlah tentara serta pemukim mereka menyingkap betapa besarnya sikap meremehkan mereka terhadap umat Islam dan militernya, ini sebuah sikap meremehkan yang begitu mendalam hingga melenyapkan rasa takut mereka akan adanya balasan, betapapun singkatnya balasan tersebut. Gerombolan pemukim dan tentara mereka menghabiskan hari-hari dan malam-malam mereka dengan membunuh kaum Muslim di Palestina, baik di Gaza maupun Tepi Barat, mengusir penduduk, memburu keluarga-keluarga di rumah dan lahan mereka yang tersisa, serta menodai situs perjalanan malam (Isra’ ) Rasulullah SAW pada setiap kesempatan; bahkan, mereka secara sengaja menargetkan masjid-masjid, membakarnya karena rasa dengki, kebencian, dan sikap meremehkan.
Lantas, sampai kapan, wahai umat Islam, putra-putra kalian di dalam militer, baik perwira maupun komandan, akan terus berdiam diri menyaksikan apa yang menimpa Palestina, rakyatnya, dan tempat-tempat sucinya, seolah-olah hal itu bukan urusan mereka? (alraiah.net, 12/8/2026).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat