Masa Khalifah Utsman bin Affan Jadi Titik Awal Lahirnya Armada Laut Islam

MeediaUmat Pengasuh Majelis Syakhshiyyah Islamiyyah Ustadz Ilman Silanas mengungkapkan, masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan merupakan tonggak sejarah penting lahirnya kekuatan maritim (armada laut) Islam.

Hal ini ia ungkapkan dalam kajian bertajuk Kisah Khilafah #24 Penaklukan Syam dan Lahirnya Armada Laut Islam, Rabu (18/3/2026) di kanal YouTube Rayah TV.

Menurutnya, pembentukan armada laut ini muncul sebagai langkah pengamanan jangka panjang wilayah Syam dari ancaman Kekaisaran Romawi. Ide ini sudah diusulkan oleh Muawiyah bin Abu Sufyan sejak masa Khalifah Umar bin Khaththab. Namun, saat itu Khalifah Umar menolak karena besarnya risiko keselamatan bagi kaum Muslim di lautan.

“Ketika Utsman menjadi khalifah, ide ini muncul kembali. Utsman tidak gegabah. Beliau memberikan izin dengan syarat yang ketat, di antaranya tidak ada paksaan bagi pasukan dan Muawiyah harus membawa istrinya sebagai bentuk tanggung jawab atas risiko yang dihadapi,” ujar Ilman.

Ekspedisi Pertama ke Siprus

Titik balik kekuatan maritim ini terjadi pada tahun 28 H (648-649 M). Pasukan Islam di bawah komando Muawiyah bin Abu Sufyan, jelas Ilman, bertolak dari pelabuhan Aka menuju Siprus untuk melumpuhkan basis logistik dan pertahanan Romawi (Bizantium) di Laut Tengah.

Ekspedisi ini juga menjadi realisasi dari nubuat (kabar) Rasulullah SAW mengenai umatnya yang akan berperang di atas lautan. “Ekspedisi ini bukan sekadar militer. la adalah realisasi kabar Nabi SAW,” tandasnya.

Salah satu tokoh penting dalam peristiwa ini adalah Ummu Haram binti Milhan, seorang sahabiyah yang berperan besar dalam sejarah ekspedisi laut pertama kaum Muslim ke Siprus pada masa Kekhalifahan Utsman bin Affan (sekitar tahun 28 H/648 M). Kehadirannya menjadi bukti bahwa ekspedisi laut tersebut didorong oleh keyakinan iman yang kuat.

Kepemimpinan Laksamana Abdullah bin Qais

Kejayaan laut Islam semakin kokoh di bawah kepemimpinan Abdullah bin Qais al-Haritsi, salah satu laksamana angkatan laut pertama dalam sejarah Islam yang ditunjuk oleh Muawiyah bin Abu Sufyan atas izin Khalifah Utsman bin Affan. Ia dikenal sebagai komandan maritim yang legendaris, terutama dalam pertempuran melawan Kekaisaran Bizantium di wilayah Laut Tengah.

Pula tercatat, tegas Ilman,  ia berhasil memimpin 50 ekspedisi laut tanpa kehilangan satu kapal pun akibat tenggelam.

“Beliau sangat menyayangi pasukannya dan selalu berdoa untuk keselamatan mereka. Namun, Sang Laksamana akhirnya gugur syahid saat menjalankan misi penyamaran di wilayah musuh,” tambahnya.

Stabilitas dan Perlindungan

Meskipun sempat terjadi pelanggaran perjanjian damai oleh penduduk Siprus pada tahun 32 H (sekitar 652-653 M), beber Ilman, pasukan Islam berhasil menguasai kembali wilayah tersebut. Alih-alih melakukan penghancuran, kaum Muslim justru membangun kota, masjid, dan menempatkan 12.000 pasukan untuk menjaga stabilitas serta melindungi penduduk setempat dari penindasan Romawi.

Ilman menegaskan, penaklukan Syam dan pembentukan armada laut di masa Utsman bin Affan bukan sekadar ekspansi wilayah atau perburuan harta rampasan perang.

“Ini adalah strategi keamanan perbatasan, penegakan perjanjian, dan perlindungan terhadap wilayah yang tertindas. Sejarah ini mengajarkan bahwa kekuasaan tanpa ketaatan pada perintah Allah hanya akan membawa keruntuhan, sebagaimana yang terjadi pada bangsa-bangsa besar sebelumnya,” pungkasnya.[] Zainul Krian

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: