MediaUmat – Setidaknya ada lima hal yang diprediksi akan terjadi bila terjadi Perang Dunia III. Hal itu dinyatakan narator Khilafah News dalam video Detik-Detik Dunia Berubah? Ini Analisisnya, Kamis (23/4/2026) di kanal YouTube Khilafah News.
Pertama, jika perang dunia ketiga benar-benar pecah dari konflik Amerika Serikat dengan Iran, fase awal kemungkinan besar akan ditandai dengan serangan presisi tinggi dan perang teknologi,” bebernya dalam unggahan video bertajuk Detik-detik Dunia Berubah? Ini Analisisnya, Kamis (23/4/2026) di kanal YouTube Khilafah News.
Menurutnya, AS dengan jaringan pangkalan global dan armada seperti USS Gerald R. Ford atau mengandalkan rudal jelajah, drone, dan dominasi udara. Sementara, Iran telah menunjukkan kapasitas balasan melalui rudal balistik dan hipersonik serta kemampuan menutup jalur strategis seperti Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20 persen pasukan minyak dunia.
“Fakta ini berarti perang tidak hanya militer tetapi langsung mengguncang ekonomi global, harga energi melonjak, rantai pasok terganggu, dan pasar finansial runtuh total dalam hitungan hari,” ungkapnya.
Kedua, terbentuknya blok-blok kekuatan global. “Di satu sisi, Amerika dan sekutu dekatnya seperti NATO akan berusaha mempertahankan dominasi. Namun, tidak semua anggota NATO akan solid. Negara seperti Jerman dan Prancis cenderung berhati-hati karena ketergantungan ekonomi dan resiko perang terbuka,” ujarnya.
Di sisi lain, tegasnya, blok tandingan akan menguat, Cina sebagai kekuatan ekonomi, Rusia sebagai kekuatan militer, dan Korea Utara dengan kemampuan nuklirnya.
“Mereka mungkin tidak akan selalu turun langsung, tetapi akan memberikan dukungan logistik, intelijen, dan teknologi untuk melemahkan Amerika secara bertahap,” ucapnya.
Ketiga, medan perang tidak akan terbatas di Timur Tengah. Konflik mungkin akan melebar ke domain siber, luar angkasa, dan ekonomi.
“Serangan terhadap satelit, sistem perbankan dan infrastruktur listrik bisa melumpukkan negara tanpa satu peluru pun ditembakkan. Organisasi seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa kemungkinan kehilangan efektivitas karena veto dan konflik kepentingan ini mempercepat runtuhnya tatanan global pasca-Peran Dunia II,” paparnya.
Menurutnya, data menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen perdagangan global bergantung pada jalur laut. Artinya gangguan kecil saja dapat memicu krisis pangan dan energi di puluhan negara sekaligus.
Keempat, dunia Islam akan berada di pusat badai sekaligus di persimpangan sejarah.
“Negara-negara Muslim memiliki sekitar 48 persen cadangan minyak dunia dan posisi geografis strategis. Namun selama ini terpecah secara politik. Jika terjadi perang besar, ada dua kemungkinan. Tetap terfragmentasi dan menjadi medan konflik atau mulai membangun kesatuan sikap politik dan ekonomi,” tandasnya.
Kelima, hasil akhir Perang Dunia III diprediksi tidak akan berupa kemenangan mutlak seperti masa lalu.
“Ada tiga skenario utama. Yang pertama mungkin perang cepat yang berakhir dengan kompromi global baru. Yang kedua, perang berkepanjangan yang melemahkan semua pihak dan melahirkan tatanan multipolar. Dan yang ketiga, eskalasi nuklir terbatas yang mengubah peradaban manusia secara drastis. Eropa kemungkinan mengambil posisi setengah masuk, setengah menahan, menjaga hubungan dengan Amerita tetapi menolak kehancuran total. Yang pasti jika perang ini terjadi, dunia tidak akan kembali seperti sebelumnya,” tutupnya.[] Novita Ratnasari
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat