Donald Trump mengatakan pada hari Kamis (2/4) bahwa operasi militer Washington terhadap Iran jauh lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan. “Kami memperkirakan misi kami akan memakan waktu sekitar empat hingga enam minggu. Tetapi setelah 26 hari, kami memperoleh kemajuan yang jauh lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan,” kata Trump pada pertemuan Kabinet pertama sejak perang dimulai pada 28 Februari. Trump menekankan bahwa “merekalah yang memohon kesepakatan, bukan saya,” maksudnya Iran yang memohon. Ia menambahkan bahwa Iran bermimpi tentang gencatan senjata.
Para pejabat Iran membantah adanya negosiasi dengan AS, mengklaim bahwa “negosiasi tersebut tidak pernah ada.”
Utusan Khusus Steve Witkoff menyatakan bahwa ada “indikasi serius” bahwa Iran dapat dibujuk untuk mencapai kesepakatan. Menurut Witkoff, Washington menyampaikan rencana 15 poin kepada Teheran melalui Pakistan.
**** **** ****
Pertemuan kabinet AS ini tidak lebih dari tanda ketidakberdayaan Amerika. Faktanya, kita menyaksikan situasi di mana negara adidaya terkemuka dunia berada dalam dilema, disandera oleh intervensi militernya di negara Muslim.
Hampir semua pernyataan yang dibuat oleh Trump dalam pertemuan ini menunjukkan ketidakberdayaan dan kebingungannya dalam menghadapi situasi saat ini.
Menyusul pernyataan awal Trump bahwa Iran meminta gencatan senjata, para pejabat Garda Revolusi Iran membantah klaim tersebut, dan mengatakan bahwa presiden AS sedang bernegosiasi dengan dirinya sendiri.
Pada pertemuan ini, pernyataan Trump dibantah oleh utusan AS untuk Timur Tengah, Steven Witkoff. Mereka sepakat bahwa ada jurang pemisah yang sangat besar antara “Iran memohon gencatan senjata” dan “ada tanda-tanda serius bahwa Iran dapat dibujuk untuk mencapai kesepakatan.”
Kemudian, saat berpidato di hadapan anggota NATO, sambil gugup membolak-balik halaman pidatonya, Trump menyatakan: “Itulah mengapa saya sangat kecewa dengan NATO. Karena ini telah menjadi ujian nyata bagi NATO. Kalian bisa membantu kami. Kalian tidak melakukannya. Ingat, jika kalian tidak membantu, maka kami tidak akan pernah melupakannya. Dan kalian akan mengingatnya dalam beberapa bulan lagi. Catat dengan baik, kata-kata saya.”
Muncul pertanyaan: Mengapa Anda meminta bantuan NATO untuk menghadapi ancaman-ancaman ini, padahal Anda telah meraih kemenangan gemilang di Iran?! Semua orang tahu dengan jelas bahwa pemenang mana pun tidak akan mengizinkan pihak lain untuk berpartisipasi dalam tahap akhir, karena hal itu akan memaksanya untuk berbagi hasil kemenangan yang seharusnya diamankan.
Adapun ungkapan bahwa “operasi khusus itu sukses lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan,” kita telah mendengar pernyataan serupa berkali-kali dari teman Trump, Presiden Rusia Putin, yang perwakilannya juga telah membuat pernyataan serupa mengenai kemajuan tentara Rusia di Ukraina.
Saat ini, kita dapat dengan yakin mengatakan bahwa mesin militer Amerika sedang tenggelam ke dalam rawa Iran lebih cepat dari yang diperkirakan.
Penting untuk disebutkan secara terpisah di sini, yaitu pelajaran bagi para penguasa ruwaibidah (rendah, bodoh dan tidak kompeten) di negeri-negeri Islam yang meyakinkan rakyat mereka bahwa tidak ada alternatif lain selain kepatuhan mutlak kepada Amerika dalam semua kebijakan luar negeri dan bahkan kebijakan dalam negeri mereka.
Rezim Iran, yang selama beberapa dekade membantu Amerika mencapai kepentingannya di Timur Tengah, terutama di Irak, Afghanistan, Lebanon, dan Suriah, dibuang ke tong sampah sejarah segera setelah Amerika Serikat tidak lagi merasa membutuhkannya.
Seperti para ruwaibidah dalam kepemimpinan Iran, Anda juga akan digantikan setelah Anda tidak lagi dapat membeikan manfaat kepada tuan Anda.
Kepemimpinan Iran bukanlah satu-satunya contoh “habis manis sepah dibuang”. Di Pakistan, dua tokoh proksi Amerika, Nawaz Syarif dan Pervez Musyarraf, bersaing selama bertahun-tahun untuk mendapatkan dukungan Amerika. Dan di Mesir, para pemimpin militer Mesir mengkhianati Hosni Mubarak, atas perintah Amerika, ketika kekuasaannya yang berkelanjutan menjadi ancaman bagi kepentingan Amerika.
Basyar al-Asad juga menghabiskan waktunya di Rusia, terlepas dari kerja samanya yang sudah lama terjalin dengan Amerika. Hari ini, Ahmad al-Syara’ telah menjadi pelindung baru kepentingan Amerika di Suriah, tanpa belajar apa pun dari kesalahan keluarga Asad.
Ingatlah bahwa umat Islam tidak akan pernah melupakan pengkhianatan Anda, betapapun banyaknya Anda berbicara tentang membela kepentingan mereka dan rakyat Palestina, serta betapapun indahnya Anda melafalkan Al-Qur’an di masjid-masjid dan mengutip ayat-ayat serta hadits-hadits dalam pertemuan-pertemuan Anda.
Terlebih lagi, apa yang terjadi di Iran saat ini mengungkap dalih lama para penguasa Muslim ruwaibidhah (rendah, bodoh dan tidak kompeten) bahwa umat Islam tidak mampu memerintah dengan cara Islam dan tidak sanggup melawan tekanan Amerika.
Rezim Iran, yang jelas bukan rezim Islam, melainkan rezim tirani, melepaskan diri dari kebijakan menyenangkan Amerika dan mulai memberikan perlawanan nyata segera setelah menyadari ancaman terhadap eksistensinya. Saat ini, hasilnya adalah Amerika berupaya memohon bantuan kepada sekutu NATO-nya dan memohon kepada kepemimpinan Iran untuk memulai proses negosiasi.
Jika kita mengambil 10 negeri Islam yang dinilai terkuat secara militer di Timur Tengah, termasuk Iran, maka kita dapati bahwa kekuatan militer Iran hanya seperempat dalam hal jumlah personel, 6% dalam hal pengeluaran anggaran militer, dan sepersepuluh dalam hal jumlah pesawat militer.
Dengan demikian, agresi Amerika terhadap Iran mengungkap kepalsuan dalih bahwa penguasa Turki, Mesir, dan Pakistan tidak akan bertahan jika mereka melepaskan diri dari kendali Amerika dan mulai sepenuhnya menerapkan Islam.
Apa yang terjadi di Iran saat ini, meskipun merupakan tragedi bagi kaum Muslim di negeri itu, sungguh hal ini telah mengungkapkan kebenaran penting, di mana menegakkan agama Allah di negeri-negeri Muslim tidak mungkin tercapai tanpa memahaminya.
﴿إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِّمَن يَخْشَى﴾
“Sesungguhnya di dalamnya terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada Allah.” (TQS. An-Nazi’at [79] : 26). [] F. Amzayev – Kepala Kantor Media Hizbut Tahrir di Ukraina
Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 3/4/2026.
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat