Kecaman untuk Orang Kafir, Peluru dan Bom untuk Kaum Muslim
Pada tanggal 3 Oktober 2026, Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan, “Kuasa Usaha (Chargé d’Affaires) India dipanggil ke Kementerian Luar Negeri hari ini untuk menyampaikan protes keras Pakistan atas pembunuhan dua warga sipil Pakistan oleh personel Pasukan Keamanan Perbatasan India (BSF) di Sektor Bedian di sepanjang Perbatasan Internasional pada tanggal 2 Oktober 2026.”
Ingatlah bahwa negara Hindu tidak akan tergoyahkan oleh kecaman yang tidak berarti. Namun karena lemahnya respons para penguasalah yang membuat pemerintah India semakin berani mengobarkan ketidakstabilan regional.
Para penguasa Pakistan menyia-nyiakan kesempatan pada bulan Mei 2025 untuk membebaskan wilayah Kashmir yang diduduki, saat angkatan bersenjata kita yang gagah berani berhasil mengungguli India. Para penguasa yang lemah ini justru memilih untuk tunduk kepada Wakil Presiden dan Menteri Luar Negeri AS ketika mereka melakukan intervensi demi menyelamatkan Modi melalui gencatan senjata.
Akibat sikap lemah yang dipertontonkan para penguasa Pakistan, pemerintah Modi kini bersikap semakin memusuhi kaum Muslim di kawasan tersebut. Mereka telah membatalkan perjanjian pembagian air dengan Pakistan dalam upaya melumpuhkan sektor pertaniannya; mereka juga terlibat dalam konspirasi untuk melemahkan Bangladesh serta melakukan serangan terhadap kaum Muslim di dalam wilayah India.
Namun, para penguasa Pakistan justru sibuk melakukan persiapan untuk menjamu musuh-musuh umat Islam di Islamabad, termasuk India dalam kerangka kerja sama Shanghai Cooperation Organization (SCO).
Mereka bertindak sebagai kacung Trump untuk membentuk sebuah blok yang dipimpin oleh India guna membendung China dan kaum Muslim. Peran mereka adalah menindas setiap Muslim yang menentang dominasi AS. Saat ini, mereka secara aktif membombardir kaum Muslim di Afghanistan, serta bersiap untuk memerangi kaum Muslim di Yaman dan membendung Iran.
Sejauh ini, para kacung Trump di Pakistan tidak menanggapi agresi kaum kafir sebagaimana dituntut oleh agama. Jadi, hanya Khilafah yang akan memberikan tanggapan yang setimpal kepada kaum musyrik Hindu melalui pembebasan Kashmir yang diduduki. Hal itu akan menjadi langkah awal untuk mengembalikan seluruh Anak Benua India ke dalam wilayah Islam, sebagaimana keadaannya selama berabad-abad (hizb-ut-tahrir.info, 12/10/2026).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat