Kashmir yang Diduduki Adalah Tanah Kharaj Kaum Muslim yang Tidak Boleh Ditelantarkan, dan Rakyatnya Wajib Ditolong

 Kashmir yang Diduduki Adalah Tanah Kharaj Kaum Muslim yang Tidak Boleh Ditelantarkan, dan Rakyatnya Wajib Ditolong

Associated Press Pakistan melaporkan bahwa Pakistan menyatakan kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu bahwa aneksasi India atas wilayah Jammu dan Kashmir yang diduduki, yang dilakukan tujuh tahun lalu dengan mengerahkan 90.000 tentara India, merupakan contoh terburuk dari terorisme negara (app.com.pk, 6/8/2026).

Para penguasa Pakistan tidak akan pernah membebaskan Kashmir yang diduduki, dan hanya akan membatasi diri pada seruan kepada kekuatan-kekuatan Barat yang justru mendukung Negara Hindu dalam segala kejahatannya terhadap Islam dan kaum Muslim. Para penguasa Pakistan telah menyerahkan Kashmir yang diduduki kepada Negara Hindu demi nasionalisme dan kepentingan nasional yang korup. Nasionalisme melahirkan pandangan yang sempit dan berbahaya mengenai peperangan. Paham ini memandang peperangan sebagai upaya mempertahankan wilayah tanah air, termasuk wilayah kedalaman strategis yang berfungsi sebagai penyangga demi keamanan tanah air tersebut. Jadi, pimpinan militer Pakistan yang berhaluan nasionalis memandang Kashmir yang diduduki, serta kaum Muslim di dalamnya, semata-mata sebagai aset strategis.

Pandangan ini membatasi tekad militer mereka dan meningkatkan kesediaan mereka untuk tunduk pada tuntutan Amerika agar menahan diri secara strategis dalam menghadapi negara Hindu tersebut. Sebuah contoh menyakitkan terjadi pada bulan Mei 2025, ketika angkatan bersenjata sebenarnya dapat dengan mudah membebaskan Kashmir yang diduduki, setelah Angkatan Udara Pakistan berhasil menguasai wilayah udara. Namun, pimpinan militer justru mematuhi perintah Wakil Presiden AS, J.D. Vance, dan memerintahkan gencatan senjata terhadap pasukan Hindu yang tercerai-berai dan diliputi ketakutan.

Konsepsi Islam tentang peperangan tidak didasarkan pada wilayah, tetapi pada misi Rasulullah SAW, yaitu menegakkan supremasi agama Allah SWT atas semua agama, termasuk tatanan negara-bangsa Barat saat ini. Nabi SAW bersabda:

«أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُولُ اللَّهِ، وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ، وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلَّا بِحَقِّ الْإِسْلَامِ، وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ»

Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang benar selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Utusan Allah, serta mendirikan shalat dan membayar zakat. Jika mereka melakukannya, mereka akan mendapat perlindungan darah dan harta benda mereka dari saya, kecuali jika dibenarkan oleh Islam, dan kemudian perhitungan diserahkan kepada Allah.” (HR. Bukhari).

Dengan demikian, peperangan dalam Islam memperluas wilayah Islam (Darul Islam) dan mencegah pendudukan atas wilayah tersebut, walau hanya sejengkal. Rasulullah SAW menegakkan dominasi Islam di Semenanjung Arab dan meletakkan dasar bagi perluasannya ke wilayah Persia dan Romawi. Khilafah Rasyidah menaklukkan wilayah Kekaisaran Persia dan Romawi. Ketika pasukan Romawi berupaya menduduki kembali wilayah Syam, angkatan bersenjata Khilafah Rasyidah berhasil memukul mundur mereka.

Khilafah Rasyidah Kedua-lah yang akan memandang Kashmir yang diduduki sebagaimana pandangan Allah SWT, yakni sebagai tanah kaum Muslim yang statusnya sebagai tanah kharaji yang tidak boleh ditelantarkan, dan wajib dibebaskan sebagai suatu kewajiban agama. Khilafah Rasyidah Kedua-lah yang akan memandang kaum Muslim di Kashmir yang diduduki sebagaimana pandangan Allah SWT, yakni sebagai kaum Muslim yang tertindas dan berhak mendapatkan pertolongan sebagai suatu kewajiban agama. Khilafah akan mengerahkan angkatan bersenjata berlandaskan iman, jihad, serta semangat meraih syahadah dan kemenangan. Ia tidak akan tunduk pada kehendak negara mana pun yang ingkar, melainkan akan mencerai-beraikan kekuatan mereka serta menghancurkan benteng-benteng mereka dengan pertolongan dari Allah SWT.

Wahai kaum Muslim, janganlah kalian diam dan berpangku tangan menghadapi kelalaian yang berdosa dari para penguasa Pakistan. Berjuang dan berkorbanlah hingga Allah SWT mengaruniakan tegaknya agama, agar kalian terbebas dari dosa mereka pada Hari Kiamat. Desaklah anak-anak, saudara, dan ayah kalian di angkatan bersenjata untuk meninggalkan kepemimpinan yang nasionalis, bermental lemah, dan korup, serta tuntutlah mereka untuk memberikan nushrah (dukungan militer) demi tegaknya Khilafah Rasyidah yang kedua (hizb-ut-tahrir.info, 10/8/2026).

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *