MediaUmat – Menyoroti korelasi antara Idul Fitri, sejarah kemenangan, dan kondisi geopolitik saat ini, Filolog Salman Iskandar menyebut kekalahan atau keterpurukan umat Islam di berbagai sendi kehidupan disebabkan karena meninggalkan syariat sebagai aturan hidup.
“Kaum Muslim hari ini dikalahkan di berbagai sendi kehidupannya, karena kaum Muslim saat ini tidak lagi memegang teguh ajaran hidupnya,” ujarnya dalam Talkshow Lebaran: Idul Fitri dan Kemenangan Dunia Islam, Kamis (19/3/2026) di kanal YouTube Rayah TV.
Menurut Salman, keterpurukan umat Islam saat ini ibarat ikan yang dikeluarkan dari habitatnya (air). “Ketika syariat tidak diwujudkan dan kepemimpinan Islam tidak ada, umat Islam layaknya ikan yang menggelepar (kehabisan napas) dan akhirnya mati,” ujarnya. Hal ini menegaskan bahwa hakikat kehidupan seorang mukmin sejatinya ada dalam naungan syariat.
Fase Kegelapan Pasca Khilafah
Merujuk hadis riwayat Imam Ahmad, Salman menjelaskan, umat Islam saat ini berada pada fase keempat, yaitu Mulkan Jabariyan atau kepemimpinan yang memaksakan kehendak. Masa kegelapan ini, menurutnya, dimulai sejak runtuhnya Kekhilafahan Islam di Istanbul pada 1924.
Namun, Salman mengingatkan, sejarah Islam sarat akan momentum kemenangan yang kerap terjadi di bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Ia mencontohkan Perang Badar, Fathu Makkah, hingga penaklukan Andalusia oleh Musa bin Nushair. Bahkan di Nusantara, pembebasan Sunda Kelapa oleh Fatahillah pada 22 Ramadhan 933 H, yang puncaknya dirayakan tepat pada Idul Fitri.
Tiga Rahasia Kemenangan
Mengambil pelajaran dari pemikiran Ibnu Khaldun dan kejayaan era Umar bin Khaththab, Salman meyakini kejayaan Islam dapat diraih kembali melalui tiga kunci utama. Pertama, kualitas iman dan takwa, dalam hal ini keyakinan mutlak pada janji Allah SWT, serta bisyarah/kabar gembira dari Rasulullah SAW.
“Ini basically di antara kaum Muslim, akidah yang kuat, keyakinan akan pertolongan Allah dan kebenaran sabda Rasulullah SAW,” tandasnya.
Kedua, adanya kepemimpinan yang tangguh dan amanah dengan menjadikan Islam sebagai satu-satunya rujukan. Sebagai permisalan, ia menjelaskan bahwa Khalifah Umar bin Khaththab memilih para panglima perang terbaik hingga berhasil menundukkan Romawi dalam Perang Yarmuk serta Sasaniah Persia dalam Perang Qadisiyah.
“Inilah pemimpin yang amanah sekaligus tangguh,” sebut Salman.
Ketiga, adanya soliditas total dalam persatuan tanpa adanya perpecahan umat. “Ini teladan untuk kita jadikan sebagai acuan agar kita dimenangkan kembali oleh Allah SWT,” tandasnya.
Menutup pemaparannya, Salman menegaskan keyakinannya bahwa Islam yang dibawa Rasulullah SAW niscaya akan mengungguli ideologi maupun agama lain. Baginya, Allah SWT adalah saksi mutlak atas janji kemenangan tersebut. “Wa kafa billahi syahida. Dan Allah yang menjadi saksi atas semua kemenangan yang dimaksud,” pungkasnya, mengutip QS Al-Fath: 28.[] Zainul Krian
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat