Iwan Januar Beberkan Penyebab Kian Hilangnya Ruang Aman Perempuan

 Iwan Januar Beberkan Penyebab Kian Hilangnya Ruang Aman Perempuan

MediaUmat – Kian hilangnya ruang aman bagi perempuan dengan ditandai semakin maraknya kekerasan terhadap perempuan, terbaru kasus penyekapan dan kekerasan terhadap seorang perempuan selama tiga tahun, menurut Direktur Siyasah Institute Iwan Januar tidak bisa dilepaskan dari perubahan sikap sosial laki-laki yang tidak lagi menghormati perempuan.

“Semakin hilangnya ruang aman untuk perempuan disebabkan karena semakin banyak kaum laki-laki yang tidak lagi menghormati perempuan,” ujarnya dalam video akun Instagram @iwanjanuarcom, Jumat (26/6/2026).

Parahnya, jelas Iwan, kekerasan tidak hanya terjadi di tempat sepi, tetapi juga di ruang publik seperti transportasi umum, pasar, kampus hingga tempat ibadah. Bahkan, rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman justru kerap menjadi lokasi terjadinya kekerasan terhadap perempuan.

“Dan di ruang privat seperti rumah, ya harusnya perempuan mendapatkan rasa aman dan nyaman, tapi justru juga semakin kehilangan rasa amannya di sana. Komnas Perempuan pada tahun 2024 pernah melaporkan bahwa setiap jam ada tiga istri, tiga perempuan Indonesia menjadi korban kekerasan di dalam rumah tangga,” tegasnya.

Iwan juga menyoroti minimnya empati masyarakat yang cenderung memilih diam ketika mengetahui adanya kekerasan. Sikap abai ini memperparah kondisi korban karena tidak adanya dukungan sosial yang memadai.

“Juga banyak orang yang juga mereka tidak mau ambil pusing dan tidak mau kemudian ambil ribut ketika melihat dan menyaksikan ada perempuan menjadi korban kejahatan termasuk kekerasan seksual di ruang publik. Banyak yang memilih diam,” katanya.

Menurutnya, pembiaran juga terjadi di tingkat negara yang dinilai belum optimal dalam mencegah budaya kekerasan terhadap perempuan. Negara cenderung hadir setelah korban berjatuhan, bukan pada upaya preventif yang sistematis.

“Budaya merendahkan dan melecehkan perempuan terus diproduksi tanpa ada tindakan nyata yang tegas dari negara,” tegasnya.

Ia juga menyoroti lemahnya sanksi terhadap pelaku yang tidak memberikan efek jera, sehingga keadilan bagi korban sulit terwujud. Hal ini membuat perempuan harus berjuang sendiri menjaga keselamatan mereka dalam berbagai aktivitas harian.

“Ditambah lagi, sanksi yang dijatuhkan untuk para pelaku kekerasan terhadap perempuan amatlah ringan dan tidak memberikan rasa keadilan untuk para korban,” katanya.

Iwan menegaskan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter laki-laki agar menghormati perempuan, serta menjaga anak perempuan agar tetap terlindungi.

Ia juga menilai bahwa solusi mendasar harus bersifat sistemik.

“Apa yang bisa kita lakukan? Sebagai keluarga, didiklah anak laki-laki kita untuk punya respek dan punya rasa perlindungan untuk setiap perempuan. Kemudian, jaga anak-anak perempuan kita agar mereka pun senantiasa terlindungi, merasa aman dan nyaman ketika bersama dengan keluarga,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Iwan menegaskan, solusi hakiki atas persoalan ini tidak cukup hanya dengan pendekatan parsial atau kebijakan sesaat. Akar masalahnya bersifat sistemik sehingga membutuhkan solusi yang menyeluruh, tanpa perubahan mendasar, ancaman terhadap perempuan akan terus berulang dan semakin meluas.

“Karena hanya Islam dengan aturannya dari mulai aturan keluarga, aturan sosial sampai aturan hukum akan memberikan rasa aman untuk semua orang terutama untuk kaum perempuan. Percayalah!” tutupnya.[] Lukman Indra Bayu

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *