MediaUmat – Menanggapi peristiwa menteri Israel yang pimpin ratusan masa Yahudi geruduk Masjid al-Aqsha dan tentara Zionis yang merudal masjid di Kota Gaza beberapa waktu lalu, Pengamat Hubungan Internasional dari Geopolitical Institute Hasbi Azwar, Ph.D. menyatakan aksi tersebut bukanlah spontan, tapi strategi provokasi yang telah terulang sejak puluhan tahun.
“Penyerbuan Masjid Al-Aqsha oleh menteri Zionis dan pemboman masjid di Gaza bukanlah aksi spontan, melainkan strategi siklus provokasi yang telah terulang sejak puluhan tahun lalu,” ujarnya kepada media-umat.com, Ahad (2/8/2026).
Hasbi melihat, pola provokasi itu dirancang Zionis untuk menodai kesucian tempat ibadah umat Islam dengan tujuan ganda. Pertama, mengalihkan perhatian dunia dari kejahatan apartheid serta pendudukan ilegal.
Kedua, memancing reaksi defensif rakyat Palestina agar dapat dilabeli sebagai “teroris” dan dijadikan pembenaran untuk pembantaian massal secara sistematis. Karena bagi rezim Zionis, selama warga Palestina berada di tanah itu, tujuan mereka belum tercapai.
Sikap Kolektif dan Militer
Karena itu Hasbi mengingatkan, dunia Islam dan para penguasanya tidak memiliki pilihan kecuali mengambil sikap kolektif dan militer secara tegas.
Hasbi menyarankan, langkah pertama yang harus diambil adalah memutus seluruh bentuk normalisasi, embargo ekonomi dan energi total terhadap Zionis, serta pencabutan semua dukungan intelijen-logistik yang selama ini justru memperkuat musuh.
Dan yang tidak kalah penting, kata Hasbi, mengirimkan pasukan gabungan negara-negara Muslim untuk membongkar blokade darat, laut, dan udara yang mencekik Gaza, serta melindungi Al-Aqsha secara fisik.
“Hanya dengan persatuan militer dan politik yang berani, tanpa kompromi terhadap penjajah, semua bentuk penistaan dan penjajahan terhadap umat Islam di Palestina dapat dihentikan,” pungkasnya.[] Agung Sumartono
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat