Hasbi Aswar: MoU Iran-AS Sulit Diterima Amerika Serikat

MediaUmat Menyoroti pecahnya kembali perang Iran dan Amerika Serikat, Analis Geopolitical Institute Hasbi Azwar, Ph.D. menilai MOU antara Amerika Serikat dan Iran sulit diterima oleh AS.

“Saat terjadi MOU antara Amerika Serikat dan Iran, sebulan yang lalu, sebenarnya ini cukup sulit diterima oleh Amerika Serikat,” tuturnya dalam Fokus: Perang Iran-Amis Kembali Pecah, Kenapa? di kanal YouTube UIY Official, Ahad (19/7/2026).

Menurutnya, dalam MoU tersebut Iran akan mendapatkan kompensasi untuk pemenuhan kembali.

“Selat Hormuz yang tetap bisa diatur oleh Iran, kemudian aset-aset Iran yang dibekukan akan dilonggarkan oleh Amerika Serikat,” ujarnya.

Sebenarnya, kata Hasbi, hal ini membuka ruang yang sangat luas bagi Iran untuk bisa menjadi kuat lagi.

“Bukan hanya lebih kuat, tapi juga bisa mengontrol Selat Hormuz lebih ketat lagi, dan lebih menguasai Selat Hormuz ke depan,” paparnya.

Apalagi, lanjut Hasbi, dengan kondisi rezim Iran saat ini, lebih militan, lebih ekstrem, dan lebih radikal dari Khameini.

“Dengan rezim yang seperti itu, ditambah lagi Iran mendapatkan keleluasaan ekonomi, bebas melakukan ekspor minyak sama saja memberikan makan monster kan, supaya mereka lebih kuat dan bisa memberikan ancaman terus-menerus kepada Amerika Serikat dan Israel,” terangnya.

Terakhir, ia menegaskan, MoU tersebut mustahil bisa dilaksanakan oleh Trump.

“Melihat nilai strategis dari Timur Tengah bagi Amerika Serikat termasuk Selat Hormuz, juga Laut Merah dan potensi-potensi dari negara-negara sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah, keliatannya MoU ini tidak akan mungkin dilaksanakan oleh Donald Trump,” pungkasnya.[] Nur Salamah

apatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: