MediaUmat – Menyoroti ide Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang ditawarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada negara-negara saat pertemuan di Davos beberapa waktu lalu, Pengamat Hubungan Internasional Ahmad Hanafi Rais memandang, AS sedang mendesain tata dunia baru.
“Nah, jadi saya memandang ini sebenarnya, Amerika melalui presidennya sekarang Trump, sedang mendesain tata dunia baru,” ujarnya dalam Fokus Reguler: Board of Peace: Akankah Membawa Perdamaian? di kanal YouTube UIY Official, Ahad (1/2/2026).
Menurutnya, (konsep tata dunia baru yang sedang didesain oleh AS saat ini), bukan lagi sebagai negara adikuasa super power, tapi lebih dari itu, AS melalui Trump ini sedang membentuk sebuah imperium baru.
“Atau kalau istilah yang sering kita dengar itu, bahkan ada bukunya itu, membentuk empire. Yaa… empire atau imperium, kalau dulu klasik yaitu penjajahan,” jelasnya.
Ini adalah narasi penjajahan, tegasnya lagi, tetapi bentuknya beda, pendekatannya beda, apa yang dijadikan narasi itu juga jelas berbeda dari imperium atau penjajahan zaman klasik dulu.
Ia memandang, ketika AS menangkap Presiden Venezuela Nicholas Maduro, kemudian ingin secara terbuka menghendaki Greenland menjadi bagian dari AS, dan yang terakhir membuat BoP, menggalang beberapa kepala negara untuk tanda tangan merekonstruksi Gaza, maka inilah tata dunia baru, imperium baru yang ingin dibangun oleh Trump atau AS.
“Di mana dia (Trump) melihat Amerika sekarang ini, jika tidak ngawur, jika tidak cepat ngawurnya, itu akan tergilas oleh Cina maupun juga Rusia, yang sudah membuat Eropa ini terlihat tidak kompak menghadapi Rusia ketika perang dengan Ukraina,” terangnya.
Cara Pandang Imperium
Menurutnya, sekarang (ini), cara pandang imperium itu adalah semua orang atau semua entitas di luar dirinya itu adalah lawan atau musuh yang harus dihabisi atau dihilangkan.
“Jadi, imperium itu, dia pusat gravitasi dunia, (sementara) yang lain koloni,” sebutnya.
Sehingga, ia memungkas, memandang Trump atau AS ini, atau secara umum hubungan internasional dewasa ini, dengan adanya langkah-langkah Trump yang sudah tidak normatif lagi, sudah sangat tidak sesuai dengan kaidah hubungan internasional selama ini, bahwa unit atau aktor tata dunia sekarang ini atau politik dunia itu, bukan lagi negara, tapi imperium yang sedang dibangun Trump.[] ‘Aziimatul Azka
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat