Forum Tokoh Peduli Umat Desak RI Keluar dari BoP

MediaUmat – Menyikapi babak baru penjajahan di tanah Palestina yang dinilai lebih berbahaya dengan dibentuknya Board of Peace (BoP) oleh Donald Trump, Forum Tokoh Peduli Umat (FTPU) yang diwakili Farid Wadjdi, secara tegas menolak keterlibatan Indonesia dalam BoP dan mendesak pemerintah untuk segera keluar dari dewan tersebut.

“Menolak keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) dan mendesak Indonesia untuk keluar dari BoP,” tegas Direktur Forum on Islamic World Studies (FIWS) tersebut membacakan pernyataan sikap FTPU Menolak BoP-Pernyataan Sikap Tokoh Peduli Umat, Jumat (27/2/2026) di kanal YouTube Bincang Perubahan (Official).

Farid menilai, ada kekhawatiran kuat bahwa BoP merupakan alat politik pecah belah atas negara-negara Muslim dan memanfaatkan mereka agar membiayai serta mengirim pasukan dibawah kendali Amerika yang digunakan untuk menjaga keamanan entitas penjajah Yahudi.

Selain itu dengan tak sedikitnya pihak yang melihat BoP sebagai jalan alternatif berisiko tinggi untuk mengupayakan perdamaian, keikutsertaan dalam BoP merupakan bentuk‘pengkhianatan’ terhadap perjuangan Palestina.

Artinya, BoP adalah organisasi internasional berkedok perdamaian yang bertujuan untuk melanjutkan penjajahan dan menjamin keamanan zionis serta membersihkan warga Palestina.

Oleh karena itu, lanjut Farid, FTPU menyatakan sikap sebagai berikut. Pertama, sebagaimana diserukan sebelumnya, menolak keterlibatan Indonesia dalam BoP dan mendesak untuk keluar dari keanggotaan. Kedua, menolak pengiriman pasukan TNI di bawah komando Amerika/Zionis Israel.

Ketiga, jikapun Indonesia mengirim tentara ke kawasan, mestinya dengan tujuan mengusir entitas penjajah Yahudi dari Bumi Para Nabi yang diberkahi. Keempat, menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk bersatu mendukung pengusiran penjajah zionis Yahudi dari tanah Palestina.

Demikian, langkah ini harusnya diambil untuk memastikan Indonesia tidak terjebak dalam jebakan politik yang melanggengkan penjajahan Israel dan mengabaikan kemerdekaan Palestina.

Sekadar ditambahkan, FTPU yang dikemas dalam sebuah diskusi ini dihadiri tidak kurang dari 31 tokoh umat, di antaranya, Badruddin Hsubky dikenal sebagai penulis buku ‘Dilema Ulama dalam Perubahan Zaman’, hingga Advokat Aziz Yanuar, S.H., M.H.

Tak hanya itu, hadir pula Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2005–2013 Dr. Abdullah Hehamahua, S.H., M.M. dan Ketua Umum Badan Koordinasi Muballigh se-Indonesia (Bakomubin) periode 2022-2027 Dr. KH. Suhari, AM, MA, MM.

Terakhir, kehadiran Dr. H. Ichsanuddin Noorsy, B.Sc., S.H., M.Si., pakar ekonomi politik sekaligus pengamat kebijakan publik Indonesia yang dikenal vokal, kritis terhadap utang negara, tata kelola BUMN, dan proyek infrastruktur seperti Whoosh, juga menjadikan diskusi makin berkesan.[] Zainul Krian

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: