MediaUmat – Pimpinan Majelis Inspiring Al-Qur’an Ustadz Eri Taufik menyatakan kisah Futuhat Baitul Maqdis memberikan pelajaran penting tentang makna kepemimpinan dalam Islam yang mengedepankan akhlak, keadilan, dan ketulusan niat.
“Penaklukan Baitul Magdis mengajarkan kita bahwa kemenangan sejati tidak selalu datang dari kekuatan senjata. Tapi dari akhlak pemimpin, keadilan hukum, serta ketulusan niat,” ujarnya dalam KISAH KHILAFAH #18 Futuhat Baitul Maqdis, Ketika Kunci Jerusalem Diserahkan Tanpa Perang, Rabu (11/1/2026) di laman YouTube Rayah TV.
Eri menjelaskan, keberhasilan kaum Muslim menaklukkan Baitul Maqdis pada masa Khalifah Umar bin Khaththab tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh sikap kepemimpinan yang sederhana dan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, kesederhanaan Umar ketika datang ke Yerusalem menjadi salah satu momen yang menunjukkan karakter pemimpin dalam Islam.
“Umar datang datang tanpa pasukan besar, tanpa kemewahan, hanya ditemani seorang pelayan yang bahkan bergantian menunggangi keledai,” ujarnya.
Lebih lanjut, Eri mengatakan, setelah kota diserahkan secara damai, Umar bin Khaththab memberikan jaminan keamanan bagi seluruh penduduk, termasuk perlindungan terhadap gereja dan tempat ibadah umat Nasrani melalui sebuah perjanjian yang dikenal sebagai Perjanjian Umariah.
“Isi utamanya jaminan keamanan, jiwa dan harta, perlindungan gereja dan tempat ibadah. Tidak ada paksaan masuk Islam. Kebebasan beragama dijamin,” jelasnya.
Peristiwa Futuhat Baitul Maqdis, menurut Eri, menjadi bukti, kemenangan dalam sejarah Islam tidak selalu dicapai melalui kehancuran dan pertumpahan darah, melainkan melalui kepemimpinan yang adil dan berakhlak.
“Inilah momen ketika dunia menyaksikan kekuatan terbesar dalam sejarah bukan kekuatan militer, melainkan kekuatan keadilan,” pungkasnya.[] Ikbal
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat