Seorang wanita Palestina yang telah lanjut usia meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya setelah diserang secara brutal dan dipukuli dengan kejam oleh pasukan pendudukan selama penggerebekan di rumahnya di kota Jayyous, dekat Qalqilya di Tepi Barat. Serangan ini bertepatan dengan kampanye militer skala besar yang dilancarkan oleh pasukan pendudukan di kota tersebut, yang meliputi penggerebekan dan penggeledahan beberapa rumah serta penjarahan isinya.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya laju pelanggaran yang dilakukan oleh pendudukan terhadap rakyat Palestina di kota-kota dan desa-desa Tepi Barat, di mana banyak organisasi hak asasi manusia telah mendokumentasikan peningkatan kasus penyerangan fisik langsung selama penggerebekan malam hari, tidak sedikit mereka yang menjadi sasaran adalah kelompok yang paling rentan seperti perempuan, anak-anak, dan orang tua, sehingga banyak dari mereka yang menjadi syahid, di samping puluhan luka-luka dan kasus sesak napas, seperti yang terjadi sebelumnya di desa Al-Mazra’a Al-Qibliya di Ramallah, di mana seorang wanita lanjut usia kehilangan kesadaran setelah pasukan pendudukan menyerbu rumahnya untuk menangkap cucunya, dan menyerang secara fisik dua anggota keluarga serta melukai mereka. Wanita lanjut usia itu dibawa ke rumah sakit, di mana ia dinyatakan meninggal dunia. Seiring pemerintah pendudukan terus memperluas permukiman di Tepi Barat yang diduduki, serangan para pemukim meningkat di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut akibat konflik yang sedang berlangsung dengan Iran. Para pemukim telah menyerang beberapa desa Palestina, melukai beberapa orang, membakar, dan merusak kendaraan. Kantor berita Palestina WAFA melaporkan terjadinya serangan setidaknya di enam pusat populasi, yaitu di desa Silat al-Dhahr dan al-Fandaqumiya dekat Jenin; di Jalud dan Salfit di selatan Nablus; serta di daerah pertanian di Masafer Yatta dan Lembah Yordania.
Menurut data dari Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman, para pemukim melakukan lebih dari 443 serangan terhadap warga Palestina dan harta benda mereka sejak awal tahun hingga 15 Maret. Serangan-serangan oleh tentara dan pemukim ini mengakibatkan gugurnya 25 warga Palestina, pendirian 14 pos pemukiman, di samping penghancuran lahan pertanian dan pembakaran.
Wahai kaum Muslimin! Tidakkah kalian melihat kesombongan pendudukan yang telah mencapai titik penghinaan terhadap kalian semua? Mereka menutup Masjidil Aqsa dan menodainya setiap hari, dan tidak ada seorang pun yang mengutuknya! Mereka membunuh wanita, anak-anak, dan orang tua, dan mereka menyiksa serta mengeksekusi tahanan tanpa pertanggung jawaban! Mereka membakar dan menghancurkan rumah-rumah, serta mencabut pohon dan tanaman, sementara kalian sibuk dengan urusan duniawi dan tunduk pada segala sesuatu yang didiktekan kepada kalian!
Dan kalian, tentara kaum Muslim: Akankah semangat dan kesatriaan kalian tetap padam?! Akankah kalian terus menutup telinga dan hati, bahkan apa yang sedang terjadi di depan mata kalian?! Bukankah sudah tiba waktunya bagi kalian untuk membantu mereka?! Tidakkah kalian akan ikut serta dalam fajar kebenaran dan kemenangan, bukannya tetap berada dalam kegelapan?! Tuhan Yang Maha Mulia berfirman:
﴿إِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ أَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيبٍ﴾
“Sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka itu pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?” (TQS. Hud [11] : 81).
Divisi Wanita di Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir