MediaUmat – Peneliti FoCUS (Forum of Contemporary Ummah Studies) Iwan Januar menilai sistem demokrasi abaikan kredibilitas para politisi.
“Sistem demokrasi abaikan kredibilitas, jejak rekam moral, dan integritas para politisi baik di parpol maupun pemerintahan,” ujarnya kepada media-umat.com, Kamis (17/09/2026).
Walaupun mempunyai rekam jejak negatif, imbuhnya, tetap diberikan jabatan dan kekuasaan, asalkan bisa memberikan imbal balik pada kekuasaannya.
Kemudian ia menyebutkan salah satu nama politisi yang terjerat kasus korupsi.
“Politisi partai Golkar Fadh A. Rafiq, mencatat rekor hattrick terjerat kasus korupsi. Kemarin ia ditetapkan sebagai tersangka KPK, terkait dugaan suap/pengurusan HGB di Kabupaten Bogor,” bebernya.
Sebelumnya, kata Iwan, ia pernah menjadi terpidana kasus suap Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) di provinsi Aceh tahun 2012.
Di tahun 2017, sambungnya kembali, ia dijerat KPK lagi dalam kasus korupsi proyek pengadaan Al-Qur’an di Kementerian Agama (RM.id 16/9).
Terakhir, ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut menunjukkan lemahnya sistem pemberantasan korupsi di tanah air.
“Peristiwa ini menunjukkan kelemahan pemberantasan korupsi di tanah air. Sanksi terlalu ringan dan kemudahan remisi, akhirnya tidak memberikan efek jera pada pelaku,” pungkasnya.[] Nur Salamah
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat