FoCUS: Penguasa Wajib Jaga Adab jika Ingin Dihormati Rakyat

MediaUmat Analis Politik dari Forum of Contemporary Ummah Studies (FoCUS) Iwan Januar menegaskan, jika penguasa menginginkan respek atau rasa hormat dari rakyat, mereka seharusnya menjaga adab dalam berkomunikasi serta menghentikan pembuatan kebijakan yang menyusahkan masyarakat.

“Bila penguasa menginginkan respek dari rakyat, maka seharusnya mereka menjaga adab terhadap rakyat dan berhenti membuat kebijakan yang menyusahkan rakyat,” ujarnya kepada media-umat.com, Kamis (18/6/2026).

Pernyataan tersebut dilontarkan Iwan guna merespons gaya komunikasi sejumlah pejabat negara, termasuk presiden, yang dinilai kerap menyindir (nyinyir) saat menyikapi kritik maupun tuntutan warga.

Menurutnya, reaksi keras yang ditunjukkan masyarakat saat ini justru dipicu oleh sikap penguasa sendiri yang dianggap tidak beradab kepada rakyatnya.

Meninjau masalah ini dari sudut pandang politik Islam, Iwan mengingatkan kembali esensi dari penguasa adalah pelayan bagi rakyat. Oleh karena itu, pemerintah memiliki kewajiban mutlak untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidup masyarakat sesuai dengan koridor syariat Islam.

Sorotan tajam dari analis politik FoCUS ini mencuat tidak lama setelah Menteri Agama Nasaruddin Umar mengimbau para pendemo agar menjunjung tinggi akhlak saat menyampaikan aspirasi pada Senin (15/6) lalu. Dalam pernyataannya, Menag meminta publik meniru cara dakwah Nabi Musa as yang tetap lemah lembut dan santun saat menghadapi Fir’aun.

Pernyataan Menag tersebut sebelumnya dilatarbelakangi oleh gelombang aksi unjuk rasa berskala besar yang sempat mewarnai dinamika politik nasional. Menag menilai pendekatan komunikasi yang santun diperlukan sebagai upaya mendinginkan ketegangan massa yang memprotes kebijakan pemerintah.[] Zainul Krian

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: