FIWS: Perselisihan Trump dan Netanyahu Hanya Strategi
MediaUmat – Perselisihan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dinilai Direktur Forum on Islamic World Studies (FIWS) Farid Wadjdi hanya strategi yang dimainkan oleh Israel dan AS.
“Ini hanya sekadar strategi di antara Amerika dan Israel saja,” tegasnya dalam Mbois: Makna Perselisihan antara Donald Trump dan Netanyahu, Strategi AS-Israel Terungkap, Kamis (2/7/2026) di kanal YouTube Tabloid Media Umat.
Sebagai contoh, kata Farid, Israel itu sekarang ini menggunakan serangannya ke Lebanon Selatan.
“Ini sebenarnya ada kepentingan ke depan. Serangan ke Lebanon Selatan itu, apalagi kalau Israel sudah masuk ke ke Libanon Selatan, ini nanti bisa dijadikan alat negosiasi. Jadi, siapa pun yang melakukan perundingan dengan Amerika, akan menggunakan mundurnya Israel dari Lebanon Selatan sebagai nilai positif dari perundingan,” bebernya.
Hal yang sama, kata Farid, juga dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap Suriah. Agar Suriah di bawah Hafidz Assad pada waktu itu memiliki nilai lebih dalam perundingan mereka dengan Israel, padahal pada waktu itu Suriah sebenarnya dalam posisi yang rugi karena Suriah mengakui entitas penjajah Yahudi.
“Agar Suriah tidak tampak kalah atau Hafidz Assad itu tampil seperti pahlawan, Israel waktu itu masuk sampai Dataran Tinggi Golan. Nah, kemudian sebagai negosiasi, Israel mundur dari Dataran Tinggi Golan, sementara Suriah harus mengakui entitas penjajah Yahudi. Jadi, ini semacam tawar menawar, kelihatan seperti itu, padahal ini semua sudah merupakan strategi strategi antara Hafidz Assad dan Zionis Israel,” jelas Farid.
Menurutnya, apa pun yang dilakukan oleh Israel itu pasti dalam kendali kepentingan Amerika, mengingat posisi Israel adalah negara yang selamanya mendapatkan dukungan penuh dari Amerika.
“Keberadaan Israel itu karena memang didukung oleh Amerika. Amerikalah yang selama ini memberikan dukungan militer, memberikan dukungan ekonomi, politik termasuk tentunya persenjataan,” ujarnya.
Nah, karena itu, kata Farid, kalaupun Amerika itu dalam beberapa hal sepertinya berselisih dengan Israel, seperti yang terjadi pada saat sekarang ini, tidak bisa dikatakan bahwa hubungan kedua negara ini retak.
“Apalagi mengatakan putus sama sekali,” pungkasnya.[] Achmad Mu’it
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat