FIWS: AS Negara yang Paling Memusuhi Umat Islam
MediaUmat – Direktur Forum on Islamic World Studies (FIWS) Farid Wadjdi menegaskan Amerika Serikat merupakan negara yang paling memusuhi umat Islam sehingga hadirnya kekuatan yang mampu menghadapi AS menjadi harapan umat Islam.
“Amerika adalah negara yang paling memusuhi umat Islam sekarang ini. Sehingga kalau ada negara yang mampu mengalahkan Amerika itu tentu suatu hal yang positif,” ujarnya dalam siniar Mbois: Ummat Islam Lemah, Bukan karena AS Kuat, tetapi karena Ini. Iran Jadi Bukti Nyatanya! di kanal YouTube Tabloid Media Umat, Jumat (8/5/2026).
Ia mengatakan, dukungan umat Islam terhadap Iran menunjukkan adanya harapan terhadap kekuatan Islam yang berani menghadapi AS.
“Kalau yang dimaksud itu bahwa Iran mampu melakukan perlawanan ketika diserang oleh Amerika, demikian juga Iran telah merepotkan Amerika,” katanya.
Namun, menurutnya, perlawanan Iran belum cukup untuk menghentikan dominasi Amerika atas dunia Islam.
“Yang dibutuhkan oleh umat Islam sekarang tentu saja bukan sekadar merepotkan Amerika, tapi bagaimana Amerika ini dominasinya ini memang bisa dihilangkan,” ujarnya.
Ia menilai negeri-negeri Muslim terus berada dalam tekanan karena Amerika masih mendominasi dunia.
“Karena memang kekuatan dunia yang dominan sekarang ini adalah Amerika,” katanya.
Menurutnya, kekuatan Amerika bukan hanya berasal dari militer dan ekonomi, tetapi juga karena menguasai sistem global dunia.
“Kekuatan Amerika ini bukan sekedar kekuatan internal tapi dia membangun kekuatan global yang memang didesain untuk kepentingan Amerika dan negara-negara Barat,” ujarnya.
Ia mengatakan dominasi Amerika terlihat dari penguasaan terhadap lembaga-lembaga internasional dan sistem ekonomi global.
“Amerika mengendalikan IMF dan World Bank termasuk dominasi dolar,” katanya.
Menurutnya, negara-negara Barat akan tetap bersatu untuk mempertahankan kapitalisme global dan kepentingan mereka.
“Amerika dan Eropa ini akan bersatu untuk menghadapi itu,” ujarnya.
Ia juga menyoroti penguasa negeri-negeri Muslim yang masih berada dalam kendali Amerika. Menurutnya, kondisi itu menjadi salah satu penyebab dunia Islam sulit menghadapi dominasi Barat.
“Keberadaan penguasa-penguasa Arab yang masih dalam kendali Amerika ini menjadi faktor yang sangat menentukan,” katanya.
Menurutnya, Amerika bisa dilemahkan apabila negeri-negeri Muslim menghentikan dukungan terhadap Amerika.
“Kalau negara-negara Arab itu menutup pangkalan-pangkalan militer Amerika di negaranya maka ini akan menyulitkan Amerika,” ujarnya.
Ia menilai umat Islam sulit mengalahkan Amerika selama masih tunduk pada sistem global Barat.
“Faktor nation state ini memang menjadi faktor penting yang menghambat persatuan kaum muslimin untuk mengalahkan Amerika,” katanya.
Butuh Islam sebagai Ideologi
Menurutnya, umat Islam membutuhkan Islam sebagai ideologi untuk membangkitkan kembali kekuatan politik umat.
“Ideologinya itu tidak boleh ideologi yang sama dengan kapitalisme. Nah, itu pilihannya adalah Islam,” ujarnya.
Ia juga menilai umat Islam harus melepaskan diri dari lembaga-lembaga global bentukan Barat agar memiliki kekuatan independen.
“Umat Islam itu harus tidak mengikuti IMF, tidak mengikuti World Bank, tidak mengikuti mata uang mereka, tidak mengikuti PBB,” katanya.
Menurutnya, persatuan umat Islam hanya bisa diwujudkan melalui satu kepemimpinan politik yang menyatukan kaum Muslim.
“Umat Islam itu punya satu negara. Itulah yang akan bisa menyatukan kekuatan-kekuatan umat Islam ini,” ujarnya.
Ia menilai khilafah menjadi jalan untuk membangun kekuatan politik Islam yang mampu mengimbangi Amerika dan Barat.
“Menegakkan Khilafah ‘ala Minhajin Nubuwah itu sangat rasional, sangat masuk akal ketika kita bicara untuk mengimbangi kekuatan Amerika,” katanya.[] Zainard
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat