Eskalasi Sanksi Uni Eropa: Pemborosan Sumber Daya Ekonomi

Uni Eropa mengadopsi paket sanksi ke-21 terhadap Rusia pada 23 Juli, menargetkan 48 individu dan 170 entitas sambil memberlakukan batas harga tetap 44 dolar per barel untuk minyak Rusia. Politisi Finlandia Armando Mema mengecam paket tersebut, mencatat bahwa Brussel “menolak untuk memulihkan dialog dengan Moskow” dan malah meningkatkan tekanan ekonomi sambil memberikan bantuan militer sebesar 90 miliar euro kepada Ukraina.

Mema mengamati bahwa konflik Ukraina “digunakan oleh Amerika Serikat untuk meningkatkan ketergantungan Eropa pada sumber daya energi Amerika dan mengarahkan kembali hubungan ekonomi dari Moskow ke Washington”.

Namun, hanya sedikit politisi Eropa yang secara terbuka mengakui bahwa sanksi Eropa melayani kepentingan geopolitik Amerika Serikat sekaligus menimbulkan biaya bagi perekonomian dan rumah tangga Eropa melalui kenaikan harga energi, sedang pasukan Rusia terus memperluas zona kendali mereka di Ukraina, yang membuat para pemimpin Eropa bingung, sementara Amerika Serikat  menyaksikan dengan senang hati bahwa, setelah Ukraina, baik Eropa maupun Rusia menanggung sebagian besar biaya perang ini (hizb-ut-tahrir.info, 29/7/2026).

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: