Ben-Gvir Menuduh New York Times Terus Memfitnah IDF dan Dinas Penjara
Menteri Keamanan Nasional entitas Yahudi, Ben-Gvir yang dijuluki sang penjahat kemanusiaan, menyatakan bahwa ia memberikan dukungan penuh kepada Dinas Penjara dan IDF dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai investigasi yang memfitnah yang diterbitkan oleh surat kabar New York Times. Ia mengklaim bahwa entitas Yahudi tidak melanggar hukum, meski ia mengakui bahwa kondisi penahanan bagi warga asing di Armada Kebebasan (Freedom Flotilla) memang tidak nyaman.
Laporan surat kabar Amerika tersebut menyampaikan kesaksian lebih dari 20 aktivis dari Global Sumud Flotilla (GSF), yang ditahan oleh tentara Yahudi, serta kondisi buruk dan perlakuan tak manusiawi yang mereka alami. Para aktivis tersebut mengkonfirmasi dalam pernyataan mereka bahwa mereka dipukuli, disetrum, dan mengalami pelanggaran lainnya setelah penangkapan mereka.
Menurut keterangan mereka, memang para aktivis diperlakukan lebih lunak daripada kebanyakan tahanan Palestina dan untuk jangka waktu yang jauh lebih singkat. Namun, para ahli hukum internasional mengatakan bahwa perlakuan yang mereka gambarkan merupakan pelanggaran hukum internasional.
Entitas Yahudi sedang mengalami semacam perubahan dalam suasana umum yang menentangnya di Amerika dari para aktivis, demonstran, mahasiswa, surat kabar, dan beberapa anggota Kongres yang telah melihat dan mengakui bahwa perang genosida yang dilancarkan oleh entitas Yahudi di Gaza tidak dapat ditoleransi karena banyaknya kejahatan yang dilakukannya. Ini adalah hal baru bagi entitas Yahudi dan mereka mencoba dengan berbagai cara untuk mengekangnya di Amerika meskipun menerima dukungan tak terbatas dari pemerintah Amerika, baik Demokrat maupun Republik (hizb-ut-tahrir.info, 9/8/2026).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat