Asyari Usman: Karhutla Sudah Lama Terekam, Mengapa Pemerintah Kerepotan?

 Asyari Usman: Karhutla Sudah Lama Terekam, Mengapa Pemerintah Kerepotan?

MediaUmat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang dan terus menjadi ancaman tahunan di Indonesia khususnya di Kalimantan dan Sumatra, terutama saat musim kemarau tiba mendapat sorotan berbagai kalangan, salah satunya dari Wartawan Senior Asyari Usman.

“Siklus karhutla itu sudah terekam sejak lama tapi pemerintah selalu kerepotan. Tak masuk akal,” ujarnya kepada media-umat.com, Selasa (1/9/2026).

Di antara beberapa sebab sering terjadi kebakaran kata dia karena tentu saja pada saat kemarau, hutan dan lahan menjadi kering dan mudah terbakar. Semua serba kering. Bahkan gambut yang selama ini lembab pasti akan ikut juga kering. Api menjadi lebih mudah menyala sampai ke bawah permukaan. Warga ceroboh dan anggap remeh ketika mereka misalnya melakukan kegiatan yang menggunakan bahan-bahan yang mudah terbakar.

Lebih lanjut dia katakan, memang ada alasan ilmiah rutin bahwa saat ini sedang berlangsung kemarau berat yang menyebabkan hutan dan lahan menjadi rentan terbakar. Tetapi, kata dia bukankah Indonesia ini seharusnya sudah sangat hafal dengan pola kebakaran karhutla dari tahun ke tahun.

“Mengapa tidak belajar dari pengalaman puluhan tahun itu? Mengapa pemerintah pusat tidak menyiapkan langkah-langkah untuk menghadapi ancaman karhutla yang sebetulnya bisa diprediksi? Dan mengapa pihak-pihak yang berkaitan tidak menyiapkan peralatan teknis untuk menangkal dan mengatasi karhutla itu?” tanyanya.

Apakah karhutlah murni kebakaran atau ada unsur kesengajaan dibakar (dilakukan orang tak bertanggung jawab), kata dia, kedua-dua bisa terjadi. Tak sengaja menimbulkan kebakaran atau sengaja membakar dengan tujuan untuk land-clearing. Mereka mungkin merasa pembukaan lahan untuk perkebunan bisa dilakukan dengan biaya murah dengan cara membakar.

“Kalau hari ini masih ada orang yang melakukan metode ini, mereka benar-benar gila. Harus dihukum berat. Indikasi sengaja membakar itu bisa terlihat dari cara mereka memadamkan api. Mereka pasti tidak serius; basa-basi saja melakukan upaya pemadaman. Indikasi lain dapat direkam bila karhutla itu terjadi di tanah-tanah yang memiliki kontur bagus. Misalnya tanah yang keras dan datar,” tandasnya.[]  Rasman

 

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *