Al-Syaibani dan Ahmad Al-Syara’ Bergembira Menerima Sertifikat “Kepuasan Orang-Orang Kafir!”
Menteri Luar Negeri Suriah As’ad Al-Syaibani menggambarkan keputusan pemerintahan AS untuk menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme sebagai “mengakhiri babak kelam dalam sejarah Suriah”, mencatat bahwa penetapan tersebut diberlakukan pada tahun 1979 karena kebijakan rezim sebelumnya. Al-Syaibani memposting foto di platform “X” yang menunjukkan dirinya dan Presiden Suriah Ahmad Al-Syara’ memegang salinan keputusan yang ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump, di dalam pesawat yang kembali ke Damaskus setelah partisipasi mereka dalam KTT NATO yang diselenggarakan di ibu kota Turki, Ankara.
Dalam unggahannya, Menteri Luar Negeri Suriah menyatakan, “Di bawah arahan Yang Mulia Presiden Ahmad Al-Syara’, kami telah menutup babak kelam dalam sejarah Suriah dengan mencabut penetapan yang dikenakan padanya pada tahun 1979 karena kebijakan rezim yang telah bubar.” Ia menambahkan, “Terima kasih dan apresiasi sepenuhnya kami sampaikan kepada Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Trump atas keputusan ini, serta kepada teman saya Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan kepada Duta Besar Tom Barrack yang terhormat, dan semua orang yang berdiri di sisi Suriah.”
Trump sebelumnya telah memberi tahu Presiden Suriah tentang keputusannya untuk menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme menurut AS dalam sebuah surat yang menegaskan bahwa ia telah memenuhi janjinya untuk menghilangkan hambatan yang menghambat rekonstruksi Suriah, dan menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan Amerika Serikat siap berinvestasi di Suriah dan berkontribusi untuk mendukung perekonomiannya.
**** **** ****
Siapa pun yang melihat foto penguasa baru Syam (Suriah) dan menterinya—yang tersenyum sambil memegang sertifikat keputusan Amerika Serikat untuk mencabut sanksi—mungkin berpikir, sekilas, bahwa siapapun yang mendapatkan kepuasan Amerika Serikat dan Trump akam masuk surga. Namun, orang-orang ini tampaknya belum membaca sejarah atau memperhatikan apa yang dilakukan Amerika Serikat terhadap penduduk Syam selama pemerintahan Basyar al-Asad—atau rezim ayahnya sebelum itu—terutama yang mereka lakukan terhadap umat Islam, yang mereka ingkari, sementara mereka memilih untuk menggantungkan harapan mereka pada Amerika Serikat dan para penguasa Muslim yang telah berpaling dari hukum Islam. Allah SWT berfirman:
﴿الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاء مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِندَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ العِزَّةَ لِلّهِ جَمِيعاً﴾
“Orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pelindung dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? (Ketahuilah) sesungguhnya semua kemuliaan itu milik Allah.” (TQS. An-Nisā’ [4] : 139).
Sumber: Al-Waie [Arab], Edisi 481 – Tahun ke-41, Safar 1448 H/Juli 2026 M.
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat