Umat Tidak Dibangkitkan Oleh Banyaknya Orang yang Berbicara Tentang Islam, Melainkan Oleh Orang-Orang yang Hatinya Dipenuhi dengan Islam

 Umat Tidak Dibangkitkan Oleh Banyaknya Orang yang Berbicara Tentang Islam, Melainkan Oleh Orang-Orang yang Hatinya Dipenuhi dengan Islam

Seorang Muslim tidak mencapai hakikat iman yang sejati ketika ia hanya mengetahui nama-nama indah Allah (Asmaul Husna), tetapi hakikat iman itu dicapai ketika ia melihat pengaruh nama-nama itu ada dalam hidupnya, sehingga hatinya terikat kepada Dzat Yang Maha Penyayang di saat kesulitan, menemukan ketenangan pada Dzat Yang Maha Bijaksana di saat menghadapi Qadha’, berharap kepada Dzat Yang Maha Dermawan di saat kekurangan, dan merasa tenang oleh keadilan Dzat Yang Maha Adil di saat ditimpa musibah.

Kemudian keyakinan tersebut akan berubah dari kata-kata yang dihafal menjadi kehidupan yang dinamis, dan dari informasi yang tersebar menjadi perasaan abadi yang membimbing pikiran, mengarahkan perilaku, dan memperkuat tekad.

Umat tidak dibangkitkan oleh banyaknya orang yang berbicara tentang Islam, melainkan oleh laki-laki dan perempuan yang hatinya dipenuhi dengan Islam, hingga Islam menjadi perasaan yang mengatur pikiran mereka, tolok ukur yang mereka gunakan untuk menilai kehidupan, dan cahaya yang membimbing mereka di antara manusia.

Di zaman ini, betapa kita membutuhkan iman yang tidak berubah seiring perubahan keadaan, tidak melemah di hadapan godaan, dan tidak hancur di hadapan cobaan; karena iman itu terhubung dengan Allah melalui hubungan hati dengan Tuhannya, bukan melalui hubungan ingatan dengan informasi. Ketika seorang mukmin mencapai tingkat ini, Al-Qur’an menjadi sumber mata air hatinya, ibadah menjadi penghiburnya, dan Islam menjadi seluruh hidupnya, bukan hanya sebagian darinya.

Dan di sinilah dimulainya perjalanan suksesi sejati; karena Allah SWT tidak memberikan kekuasaan kepada umat yang hanya menjaga agamanya dengan lisan, tetapi Allah SWT akan memberikan kekuasaan kepada umat yang di dalam hatinya mengalir iman, sehingga seluruhnya bergerak bersama iman, berkorban dan bertahan pun karena iman, sehingga Islam menjadi jiwa sebagai pedoman yang mewarnai hidupnya, dan sebagai risalah yang disampaikannya kepada manusia (alraiah.net, 7/10/2026).

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *