Gempa Bumi Politik di Lebanon dan Ketegangan di Teluk
Perjanjian Kerangka Kerja Antara Beirut dan Tel Aviv … Baku Tembak Antara Washington dan Teheran
Euronews Arabic, 27 Juni 2026 – Euronews mencermati berita aneh, yang disamakannya dengan “gempa bumi” di Lebanon setelah pemerintah Lebanon menandatangani perjanjian dengan Israel yang menetapkan bahwa negara Lebanon akan mengambil peran tentara entitas Yahudi dan melucuti senjata Hizbul Iran. Sementara itu, media dan sumber resmi entitas Yahudi mengumumkan bahwa kehadiran tentara entitas Yahudi akan berlanjut di Lebanon selatan di sepanjang “garis kuning” hingga tentara Lebanon menyelesaikan pelucutan senjata Hizbul Iran. Perdana Menteri entitas Yahudi Netanyahu menyatakan bahwa aspek terpenting dari perjanjian tersebut adalah kehadiran entitas Yahudi yang berkelanjutan di zona keamanan di Lebanon selatan, yang ia gambarkan sebagai pencapaian besar.
Euronews juga melaporkan pemboman AS terhadap Iran pada hari kesepuluh setelah penandatanganan nota kesepahaman antara Washington dan Teheran, dengan mengatakan bahwa Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap target Iran sebagai tanggapan atas serangan terhadap sebuah kapal menggunakan pesawat tak berawak, tampaknya untuk menghentikan perayaan kemenangan Iran setelah penandatanganan nota kesepahaman yang memberikan banyak hak istimewa kepada Iran.
Terlepas dari pernyataan Iran, seperti pernyataan kepala Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri di Parlemen Iran, Ibrahim Azizi, bahwa Amerika Serikat “melakukan serangan baru terhadap Iran pada saat negosiasi masih berlangsung, mengingat apa yang ia gambarkan sebagai pelanggaran gencatan senjata yang sembrono akan memiliki dampak yang akan mendorong Washington untuk mundur dan merespons”, hanya saja persiapan untuk sesi negosiasi mendatang tidak berubah, seolah-olah Amerika Serikat ingin mempertahankan gencatan senjata dengan api, sebuah ungkapan yang sering digunakan oleh entitas Yahudi terkait Gaza dan Lebanon, dan kini ungkapan itu digunakan antara Amerika Serikat dan Iran.
Sementara entitas Yahudi merayakan kesepakatan kerangka kerja dengan Lebanon yang membebaskannya dari beban operasi militer melawan pihak Iran setelah disepakati bahwa tentara Lebanon akan mengambil alih, Lebanon berada di ambang jurang dengan kemungkinan perang saudara yang semakin meningkat sampai Amerika Serikat puas dengan penguasa Lebanon (hizb-ut-tahrir.info, 28/6/2026).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat